Bahagia Itu Sederhana, Menulislah!

Lebih penting lagi, menulis tentunya ada maksud tersendiri dari setiap penulisnya sehingga jika setelah tulisan di publikasikan ternyata menimbulkan perdebatan itu hanya sarana untuk menyatakan pendapat masing-masing antara penulis dan pembaca, pemikiran orang ada kalanya berbeda jadi bila terjadi itu adalah wajar.

Pada mulanya saya juga merasa kurang percaya diri, mengingat saya kurang berpengalaman dalam menulis, kurang bimbingan dalam menulis, saya pernah takut jika tulisan saya tak layak dipublikasikan mengingat pengalaman menulis pertama biasanya sepi pengunjung.

Saya katakan bahwa menulis dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan psikologis seseorang adalah sebagai berikut;

  1. Dari segi Kognitif, tentunya menulis itu yang dibutuhkan adalah cara pandang kita menilai sesuatu, mengolah data yang akan kita tulis melalui pikiran, mengaitkan antara logika dan rasa. Tanpa disadari menulis bisa membuat kita berdiskusi dengan pikiran kita sendiri.

Bagi setiap penulis yang tak ingin kehilangan penggemarnya tanpa ia sadari maka ia akan terus berusaha mengembangkan imajinasinya dengan berbagai cara, misalnya dengan memperbanyak membaca buku, atau dengan memperbanyak mencari informasi bisa dengan melakukan observasi di lapangan atau mengembangkan opininya sendiri.

Berdasarkan pengalaman pribadi, menulis yang teratur dapat mempengaruhi cara berpikir yang runtut. Sangat membantu dalam menyeimbangkan sebuah pikiran antara stress yang berlebihan menjadi stress yang wajar dan sehat. Hal ini benar terjadi, saat ini saya menghindari stress yang berlebihan karena dengan berpikir keras membuat saya kesulitan mendapatkan inspirasi menulis.

Yang pasti demi sebuah inspirasi untuk menulis, setiap penulis akan melek bacaan baik dari buku atau media masa lainnya membuat pikiran lebih berwawasan (daya kognitifnya berkembang).

  1. Dari segi Psikologis. Percaya atau tidak jika satu kata akan mempengaruhi suatu rasa di hati? Mempengaruhi jiwa. Dengan terbiasa menulis, maka kita akan terbiasa memainkan kata-kata. Sedangkan kata-kata yang positif akan mempengaruhi perasaan positif begitu juga sebaliknya.

Begitu besar peran perasaan positif itu terhadap tingkat kebahagiaan kita, kedamaian hati juga sikap penghargaan terhadap diri kita sendiri (self-esteem). Eksistensi menulis sama saja kita mengusahakan diri kita untuk selalu dalam keadaan nyaman dan bahagia. Sebagai contoh yang dekat dan sederhana, sudah pasti pada setiap tulisan yang kita buat ada harapan untuk bisa dibaca oleh banyak orang, mendapatkan apresiasi, dan jika kita sudah mendapatkanya tentunya rasa kepercayaan diri kita akan meningkat. Dan menulis  yang ”baik” pun berpengaruh ”baik” pada kejiwaan/psikologis kita sendiri.

rumahmedia/deejaysupriyanto

One comment

Comments are closed.