BALA TENTARA TUHAN

Bala Tentara Tuhan

Setiap kejadian tidak ada yang kebetulan. Semua sudah tertulis di atas rencana-Nya. Pahit, getir, suka, duka, tangis, tawa adalah kehendak-Nya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

Kumandang adzan ashar telah berlalu, kebekuan semakin menyelimuti. Tak pernah disangka, tak pernah terlintas dalam pikiran, episode kehidupan berganti begitu saja dengan mudahnya. Takdir, kembali kata itu yang terucap dari setiap bibir makhluk yang bernama manusia.

Bala tentaranya datang tak diduga, mengalir, menerjang tanpa kendali. Dalam riuh gemuruh, dalam diam, terus bergerak. Menebar aroma kepanikan dari jiwa-jiwa yang terlena sesaat kemarin. Tak ada yang bisa menahan kekuatannya, kekalutan, kepanikan menguasai tatkala, cahaya meredup, tangis bocah kedinginan menahan lapar di camp evakuasi.

Cengkeramannya mulai menaiki atap atap rumah. Tak terhitung berapa nilai barang mewah yang tak terselamatkan. Yang terpikir adalah menyelamatkan jiwa dari amukan bal a tentara-Nya.

Sisa-sisa euforia semalaman tersapu habis. Tak menyisakan sekedar untuk dimakan hari ini. Kemubaziran telah memberikan pelajaran dengan telak. Namun waktu tak bisa diputar kembali.

Ya Rob ….

Kuasamu penuh diatas bala tentaramu. Belum genap satu hari engkau turunkan, betapa kegelisahan dan kepanikan begitu menguasai. Tetapkanlah naungan-Mu pada mereka yang masih sadar dan bersyukur atas segala nikmat-Mu.

Betapa kecil dihadapun-Mu. Keangkuhan, rasa paling memiliki, kegembiraan yang tidak semestinya . Ampuni ya Karim. …

Sebelum engkau perintahkan bala tentaramu meluluhlantakan semuanya. Berilah kesadaran pada hati- hati yang membatu untuk mengerti kalam-Mu. Ubahlah jiwa-jiwa yang angkuh untuk dapat merasakan kelembutan-Mu.

Ya Rahman ….

Cukupkanlah setiap kejadian untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berpikir.

#Banjirdiawaltahun2020