BALADA KRUCIL

Ujung Airmata

Di tempat tugas yang baru, tentu aku (Kepsek) belum mengenal karakter anak didik dan para guru yang ada di sini. Masih masa pengenalan.

Pagi ini seperti biasa aku mulai dengan mempelajari program kepala sekolah lama.
Tiba-tiba terdengar keributan di balik jendela. Kemudian terdengar isak tangis. Aku keluar melihat mereka sedang bersitegang. Masing-masing yang berhubungan dengan ini kupanggil untuk masuk ke ruangan kantorku.
Kepsek : Ada apa? *bertanya tanpa rancangan
Tiara : *nyolot… Bibir manyun Dia menfitnah
Kepsek : *terkejut Menfitnah? *heran
Tony : *tatapannya menyerang Tiara kamu yang fitnah
Kepsek : *tanya tertuju pada Nisa
Nisa : *dengan ekspresi innocent menjawab Tidak.
Kepsek : *ngerti nggak maksudnya… Maksudmu? *duh gue yang pilon atau gimana ya… Jadi rumit
Robi : Kami tidak memfitnah. Dia sendiri yang yang merasa begitu.
Tiara : *masih sesenggukan Dia mengadu-domba bu… *matanya makin sembab
Kepsek : *makin tidak mengerti Coba Tiara ceritakan!
Tiara : Statusnya menyakitkan
Kepsek : Status?! *Otakku penuh tanda tanya besar. Ada istilah mengadu domba, menyakitkan, status. Mungkinkah mereka punya WhatsApp, FB, Twitter Instagram. Secara, dia kelas 4
Tiara : Iya bu… *menjawab dengan santai. Apakah dia tidak tahu saya merasa heran. Begitu leluasanya orangtua memfasilitasi mereka
Kepsek : Status apa? *berlagak bodoh Status kamu sebagai anak, sebagai teman, sebagai emm… *mana mungkin aku bilang pacar
Tiara : Status FB-nya menyakitkan. Sudah tidak mau berteman dengan Tiara karena Tiara tidak mau ikuti perintah mereka.
Kepsek: *mulutku tak bisa terkuasai untuk tidak melongo

Teeeeeettttt….bel masuk berbunyi***

Nurilatih
Jogoyudan,05032020