BANGGA JADI MUSLIMAH

Bangga Jadi Muslimah

Suatu kebanggaan dan kebahagiaan terlahir sebagai seorang muslim. Menjadi Muslimah adalah sesuatu anugerah tersendiri. Pembahasan tentang Muslimah begitu luas dan tak berujung. Banyak bagian sisi darinya yang tak luput dari perhatian syariat karena itu Islam muliakan kedudukanya. Allah menciptakannya dalam segala bentuk keindahan. Tuturnya yang lembut, raut nan ayu, perkataan bijaksana dan menenangkan.

Allah mengabadikanya dalam Alquran (surah An-Nisa), diperintahkan kepadanya menjaga kehormatan dengan menutup aurat secara sempurna agar terhindari dari fitnah dunia.

“….Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….” (Qs. An-Nur: 31)

“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Al Ahzab: 59)

Menurut beberapa pendapat ulama tafsir, pengertian jilbab adalah sebagai berikut: “Kain penutup atau baju luar atau mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita dan tidak transparan” (Tafsîr Ibn ‘Abbas, hlm,137); Baju  panjang (mulâ’ah) yang meliputi seluruh tubuh wanita. (Imam an-Nawawi, dalam Tafsîr Jalalyn, hlm. 307); Baju luas yang menutupi seluruh kecantikan dan perhiasan wanita (Ali ash-Shabuni, Shafwah at-Tafâsîr, jld. 2, hlm. 494); Pakaian seperti terowongan (baju panjang yang lurus sampai ke bawah) selain kerudung (Tafsîr Ibn Katsîr); pakaian yang lebih besar dari khimâr (kerudung). Ibn ‘Abbas dan Ibn Mas‘ud meriwayatkan, bahwa jilbab adalah ar-rada’u,yaitu terowongan pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan (Tafsîr al-Qurthubi).

Allah memerintahkan kepada Nabi agar menyeru istri-istrinya, anak-anak wanitanya, dan wanita-wanita mukmin secara umum, jika mereka keluar rumah untuk memenuhi  hajatnya maka harus menutupi seluruh badannya, kepalanya, dan juga juyûb mereka, yaitu untuk menutupi dada-dada mereka.

Peranya yang luarbiasa sebagai pendidik generasi. Posisinya sangat sensitif dalam peradaban, Islam sangat melindungi perempuan sejak lahir, dalam pengasuhan hingga kelak Ia menghantarkan orangtuanya ke Janah.

“Siapa yang memiliki tiga anak perempuan, lalu dia bersabar, memberinya makan, minum dan pakaian dari hasil usahanya, maka semuanya akan menjadi tameng dari neraka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad 17403, Ibnu Majah 3669, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Ketika syariat Islam tidak diterapkan, yang terjadi adalah perempuan dijadikan sebagai bahan eksploitasi, model, iklan, berkarir diluar rumah, seolah terpola mereka mengabaikan peran dan tanggung jawab yang telah Allah titipkan kepadanya. Mereka jadikan wanita sebagai magnet untuk iklan komersil dan menjadi korban dalam kekerasan sistem saat ini.

Penerapan Islam secara kaffah dengan tegaknya syariat Islam dan semua hukum-hukum Islam sejatinya bukan mengekang kreatifitasnya namun untuk memuliakanya dalam beraktivitas tanpa harus merasa terancam dan dirongrong oleh kebengisan sistem. Perempuan akan dikembalikan kepada fitrahnya sebagai Ibu pendidik generasi dan rabbatul bayt sehingga kehormatanya terjaga.

Berkarirnya perempuan untuk mengembalikan peradaban Islam. Jadilah muslimah yang menarik dihadapan Allah agar hidup tak sekedar hidup.

rumahmediagrup/firafaradillah