Baper, Please Go Away!

Baper, Please Go Away!

Pernahkah merasa tidak melakukan sesuatu yang salah, namun ada yang berbeda dari sikap teman kita?

Wah, ada apakah gerangan?

Memang tak bisa dipungkiri kalau wanita itu mudah baper, ya. Merasa tersindir dengan status di media sosial yang dibuat orang lain. Padahal yang nulis juga belum tentu tahu masalah yang di alami. Tapi sudah muncul hasad, dan hati sudah terlanjur berjelaga.

Saat hati mulai mudah baper pada hal-hal yang sepele, coba ingat-ingat dulu, barangkali tanpa sengaja, kita pun pernah menyakiti orang lain. Namun lupa belum minta maaf.

Atau adakah ibadah-ibadah yang terlewatkan, sehingga hati gampang galau?

Apakah kesibukan dunia mulai menjauhkan diri dengan Sang Maha Pencipta?

Atau apakah sudah terlalu banyak maksiat yang diperbuat, sehingga hati menjadi keras? Tak mau menerima nasehat.

Mungkinkah Allah menampar kita dengan rasa sakit yang sama, agar kita bisa cepat tersadar dan beristighfar?

Mari sejenak merenung.

Belajar menata hati. Memperhatikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Apakah sudah halal? Sudahkah sesuai dengan syariat?

Lalu tutup mata dan telinga dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Tak perlu mencari tahu sesuatu yang bukan urusan kita. Fokus saja dengan tujuan hidup. Belajar kuat hati.

Tak perlu risau jika tak mendapatkan keridaan semua manusia. Ada yang membenci, pasti ada juga yang menyayangi. Doakan orang-orang yang membenci, semoga Allah melembutkan hatinya. Lalu berikan perhatian dan kasih sayang terhadap orang-orang yang menyayangi. Percayalah, bahwa Allah sudah menyiapkan orang-orang istimewa yang akan menemani perjalananmu.

Tegaskan pada dunia, bahwa kau telah bertumbuh semakin tangguh. Hal-hal remeh-temeh, tak akan mampu mengacaukan suasana hatimu lagi.

Saatnya mengucapkan selamat tinggal pada baper.

Baper, please go away!

Barakallahu fiikum.

rumahmediagrup/siskahamira

2 comments

Comments are closed.