Batu Akar, Wisata Tersembunyi di Timur Kuningan, Jawa Barat

Batu Akar, Wisata Tersembunyi di Timur Kuningan, Jawa Barat

Batu Akar nama objek wisata yang unik. Tempat ini merupakan destinasi wisata baru. Ini layaknya objek wisata tersembunyi di wilayah timur Jawa Barat. Lokasinya di sebuah perbukitan yang berada di Dusun Palembang, Desa Cirahayu, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan. Sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Kabupaten Kuningan.

Nama Batu Akar dikenal karena tempat ini dipenuhi bebatuan yang tertutup akar. Bebatuan dengan beraneka ukuran mulai dari yang kecil hingga sebesar bukit menjadi daya tarik. Batu-batu tersebut diselimuti akar pepohonan yang tumbuh berpuluh tahun. Karena hal itulah, penduduk sekitar menyebutnya Bukit Batu Akar.


Puluhan tahun lalu terdapat penambangan batu kapur di lokasi wisata ini. Bekas-bekas dapur pembakaran batu kapur tersebut masih dijumpai di dekat lokasi tersebut. Bahkan masih ada penduduk sekitar yang menggeluti pekerjaan ini.


Para penambang saat itu mengambil semua batu kapur di lokasi yang dijadikan objek wisata saat ini. Setelah semua batu kapur terambil, mereka meninggalkan perbukitan itu dengan bebatuan yang ada di lokasi tersebut. Berpuluh tahun dibiarkan hingga akar pepohonan menutupi batu-batu di perbukitan ini. Pemerintah desa setempat berinisiatif mengubahnya menjadi objek wisata yang unik dan indah.


Sangat mudah menempuh objek wisata ini. Lokasinya sangat dekat dari jalan provinsi yaitu hanya sekitar 400 meter. Beberapa akses jalan dapat dilalui dengan mudah baik dari arah barat, utara, selatan, dan timur. Dari arah barat adalah dari pusat kota Kabupaten Kuningan. Dari arah utara adalah dari Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Dari arah selatan adalah dari Kecamatan Cilebak dan Kabupaten Majenang, Jawa Tengah. Sedangkan dari arah timur adalah dari Kecamatan Cibingbin dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


Segala bentuk moda transportasi darat dapat mengakses objek wisata yang unik ini. Kendaraan roda doa maupun roda empat dapat menjangkau ke lokasi ini. Bagi yang tidak mengendarai kendaraan pribadi dapat memanfaatkan transportasi umum. Terdapat angkot dalam kota dan bus antar provinsi yang melalui lokasi wisata ini. Jadi sangat mudah mengaksesnya.


Bagi yang ingin bermalam, dapat menginap di hotel melati hingga berbintang empat bahkan penginapan sejenis losmen yang banyak dijumpai di pusat kota. Saat ini Kabupaten Kuningan merupakan salah satu daerah destinasi wisata di Jawa Barat, sehingga fasilitas yang mendukung sangat banyak tersedia. Bukan hanya objek wisata alam tapi sangat beragam termasuk wisata kuliner. Jadi jangan ragu untuk berwisata di Kabupaten Kuningan termasuk menikmati keindahan dan keunikan Bukit Batu Akar.


Batu Akar merupakan objek wisata tersembunyi yang berada di sebuah hamparan bukit seluas sekitar 14 hektar. Hamparan bukit hijau dengan pepohonan lebat memanjakkan mata para wisatawan. Terdapat pula area pesawahan sebagaimana ciri khas sebuah desa. Sebuah aliran sungai yang deras dan curam serta curug kecil menambah eksotis lokasi ini. Jembatan kecil wajib dilalui yang menghubungkan perkampungan dengan Bukit Batu Akar. Setelah melalui jembatan tersebut, jalan menanjak melengkapi pengalaman pengunjung yang menikmati objek wisata ini. Hamparan batu raksasa yang diselimuti akar pepohonan akan menyambut wisatawan hingga terpesona akan keunikannya.


Wisatawan yang ingin mengunjungi lokasi ini, akan disambut gapura bertuliskan Dusun Palembang di pinggir jalan raya provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Nama daerah yang mungkin mudah dikenali adalah Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan. Walaupun Dusun Palembang ini berada dalam Desa Cirahayu tapi lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari kantor Kecamatan Luragung. Sehingga sangat mudah mencapai lokasi ini karena daerah Luragung sangat dikenal. Bahkan wilayah Luragung ini lebih tua usianya bila dibanding dengan usia berdirinya Kabupaten Kuningan.


Promosi keberadaan objek wisata Batu Akar belum maksimal. Keberadaannya dikenal karena banyaknya pengunjung yang peduli dan merasa perlu mengenalkan baik melalui tulisan maupun YouTube. Perlu adanya investor yang mau mengelola secara profesional. Keunggulan objek wisata ini, selain unik, mengandung unsur sejarah, juga sebagai sarana rekreasi untuk menghilangkan kepenatan dari rutinitas pekerjaan.


Pengelolaan objek wisata ini, baru sebatas penentuan tarif masuk dan parkir. Masih banyak yang harus dilengkapi seperti sarana MCK (mandi, cuci, kakus) berupa toilet dan tempat mandi. Sarana ibadah juga perlu disiapkan. Begitu pula diperlukan penambahan spot-spot rekayasa yang melengkapinya. Sarana keamanan juga menjadi sangat penting karena curamnya jurang di sekeliling Bukit Batu Akar.


Segala bentuk usaha mengenalkan objek wisata ini terus dilakukan termasuk dengan menghadirkan pemimpin daerah setaraf Bupati dan Wakil Gubernur. Hal itu telah dilakukan dalam sebuah event penanaman seribu pohon di lokasi wisata Batu Akar. Keindahan dan keunikan lokasi ini hanya ada dalam tulisan jika pembaca tidak mengunjungi dan menikmatinya.

Rumahmediagrup/ saiful amri