Bekal Menjadi Ketua Acara

Bekal Menjadi Ketua Acara

Pernahkah atau seberapa sering dalam sebuah perkumpulan yang terdiri beberapa orang kita didapuk sebagai ketua sebuah acara. Perkumpulan itu bisa dari lingkungan sekolah, lingkungan rumah, komunitas, dan masih banyak lagi jenis perkumpulan beberapa orang.

Bagaimana rasanya?
Hemm pastinya shock sejenak 😀 atau siap 86?
Bagi yang shock sejenak pasti mikirnya Bisa tidak, ya?
Mampu tidak ya?
Bisa atur waktu tidak ya?
Bisa mencapai target tidak ya?
Berkecamuk pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam benak diri.

Bagi yang siap 86, ini mah golongan yang biasanya sudah punya tabungan jam terbang. Namun tidak usah risau maupun nyali menjadi ciut ya, he he.

Simak dulu beberapa bekal saat menjadi ketua sebuah acara berikut ini ya :

1. Siapa penyelenggara acara tersebut, harus jelas nama organisasinya, alamat atau basecampnya, siapa foundernya, latar belakang organisasi, visi dan misi organisasi. Jika sudah memahami kita sudah punya bekal pertama.

2. Bekal kedua adalah alasan acara ini dilaksanakan. Berasal dari mana ide acara diselenggarakan. Bisa jadi berasal dari usulan, agenda rutin organisasi, atau karena agenda dadakan karena ada peluang.

4. Bekal ketiga ini lebih spesifik lagi, tentang proses pemilihan menjadi ketua acara beserta kelengkapan kebutuhan orang dalam acara tersebut. Anda diperkenankan untuk memilih anggota kepanitiaan dari mana saja, Apakah sudah tersedia personilnya ataukah belum. Hal-hal teknis semacam ini harus diperjelas di awal.

5. Bekal nomor satu sampai dengan empat sudah di tangan, selanjutnya adalah memulai membuat peta konsep acara. Peta konsep acara secara umum adalah latar belakang acara, tujuan acara, manfaat acara, target acara (jumlah peserta, efek manfaat, dan lain-lain), tema acara. Peta konsep acara ini bakal menjadi bahan pembuatan proposal.

6. Semakin ke sini bekalnya semakin detail ya, he he, selanjutnya adalah memulai rapat bersama dengan tim yang sebelumnya sudah dibahas. Kelengkapan tim bisa menyesuaikan sesuai dengan skala besarnya acara. Semakin besar maka kelengkapan kepanitiaan dan personil lebih banyak dan tergantung jumlah stok sumber daya manusia yang ada juga. Dalam rapat ini menyampaikan segala sesuatu di poin nomor 5 kepada seluruh anggota panitia dengan maksud bisa saling memberikan masukan, ide dan semacamnya.

7. Menjelaskan detail tugas tiap bagian kepanitiaan dan target tugas setiap bagian kepanitiaan.

8. Menjaga emosi tidak mudah terbawa perasaan alias baper 😀. Saat ada terpaan kejadian yang menguras tenaga dan emosi, kembalikan lagi ke poin 5 dan 1. Mengingat kembali pada aturan, tujuan, dan manfaat agar selalu mawas diri.

9. Hal yang tak kalah penting nih, memberikan penghargaan secara adil kepada seluruh anggota kepanitiaan, karena ini akan membawa aura semangat. Meskipun penghargaan itu hanya berupa senyum manis, ucapan terima kasih, ucapan maaf dan ucapan minta tolong.

10. Kenali setiap kepribadian seluruh kepanitiaan, jika sebelumnya sudah mengenal ini adalah keuntungan, karena sudah paham karakter. Jika baru mengenal dan cukup waktu boleh banget tes kepribadian ha ha. Kelihatannya kurang kerjaan tapi ini lumayan manjur agar kita lebih mudah proses komunikasi dengan berbagai jenis karakter dalam tim.

11. Evaluasi lagi dan lagi, banyak mendengar dan banyak berkomunikasi dengan semua anggota kepanitiaan untuk pengendalian keadaan dan target kegiatan.

Oh ya untuk tes kepribadian bisa cari di internet. Selamat berjuang dan ingat selalu bahwa setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan.

rumahmediagrup/nikmabasyar

Repost : https://zerowastefashiononline.wordpress.com/2019/11/12/bekal-menjadi-ketua-acara/

3 comments

  1. Jabatan adalah amanah…
    Yang berisikan tanggung jawab material dan moral…
    Langkah2 persiapan tsb sangat bermanfaat sbg bekal menjalankan amanah…
    Inspiratif sekali…

Comments are closed.