Bekal Perjalanan Panjang

Oleh : Hamni Azmi

Bulan Desember sudah kita jalani sepertiganya. Pertanda tahun 2019 pun akan segera berganti.

Rasanya baru saja tahun kemarin menyelesaikan membangun gedung untuk Dhia El Widad, sekarang sudah membangun lagi.

Rasanya baru saja kemarin nge-pije DJM edisi l, sekarang sudah nge-pije DJM edisi ll.

Rasanya baru kemarin anak-anak masih berkumpul di rumah, sekarang satu persatu mereka meninggalkan kami menuju cita-citanya.

Apa makna semua perjalanan ini?

Setiap hari rasanya seperti semakin mendekati waktu yang ditentukan Allah.

Setiap hari semakin mendekat, dan ada rasa was-was apakah akhirnya aku akan pergi dengan selamat atau kah tidak.

Selalu ada sisi relung hati yang perih saat mengingat hari kepulangan. Dan tetesan air embun pun akan memgalir di sudut netra.

Sudahkah mempersiapkan segala perbekalan?

Sudahkah mempersiapkan semua sejata?

Sudahkah mempersiapkan semua amalan?

Bahkan yang telah mempersiapkan segalanya saja, masih belum bisa memastikan perjalanannya aman atau tidak.

Apalagi kalau tidak mempersiapkannya sedari sekarang, secepat mungkin, selagi masih ada kesempatan, selagi masih diberi waktu untuk mempersiapkan.

Karena waktu bisu, dan kita buta. Sama-sama tak mampu memberi tanda dan isyarat.

Hanya mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk mengumupulkan perbekalan.

Agar tidak hanya di sini kita dikumpulkan, namun nun jauh di sana kita pun akan kekal bersama. Amin ya rabbal alamin

Barakallahu fiikum

Renungan pagi buta, untuk diri sendiri dan siapa saja yang mau ikutan merenung.

Rumahmediagrup / Hamni Azmi

Sumber foto : koleksi pribadi