Belajar Dari Banjir

Untuk kali kedua banjir di tahun 2020 ini. Pertama tepat pada tahun baru 1 Januari dan untuk kedua kalinya pada 25 Februari 2020. Meskipun banjir lima tahunan tetap hati ini merasa was-was.

Ada bersit ketakutan dan kekhawatiran, namun sejatinya aku tak perlu merasakan itu semua. Jika yakin bahwa itu semua merupakan berkah dari Allah, tapi manusiawi.

Saat hujan turun terus menerus dan air telah menggenang di jalanan depan rumah segera aku mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Diperlukan tenaga dan stamina yang cukup kuat untuk memindahkan barang-barang yang banyak.

Nah, disinilah baru aku tersadar. Mengapa barang-barang di rumahku begitu banyak. Ternyata setelah dipikir-pikir barang-barang tersebut tak ada manfaatnya. Membeli barang-barang tersebut hanya karena keinginanku semata bukan karena urgent memang diperlukan.

Saat banjir telah surut selanjutnya bersih-bersih, memilih dan memilah barang yang masih bisa diperbaiki dan digunakan. Sedih juga saat harus merelakan barang yang tak bisa digunakan kembali karena sudah tak dapat diperbaiki lagi.

Banyak pelajaran yang kudapat dari banjir kali ini,

  1. Melatih kesabaran saat menanti detik-detik air masuk ke dalam rumah, yang bisa aku lakukan hanya berzhikir sambil memandangi air yang masuk ke dalam rumah.
  2. Mengingatkan kembali diriku agar hanya membeli barang-barang yang memang diperlukan.
  3. Berpikir tenang tak perlu tergesa-gesa dan kebingungan akibatnya yang kualami lemari bagian bawah terlupakan jadilah semua pakaian berlumpur tebal dan tak mungkin untuk dicuci.
  4. Siapkan mental dan tenaga yang prima karena rumah perlu dibersihkan dari lumpur dan menata kembali barang-barang ke tempatnya semula.
  5. Penuhi penampungan air karena meskipun telah surut PLN masih mematikan listriknya karena saat bersih-bersih diperlukan air yang cukup banyak.
  6. Senantiasa berbaik sangka semua yang terjadi karena ada campur tangan Allah dan yakinlah Allah akan memberi kemudahan dan kelancaran.

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu kami tumbuhkan dari air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam” (QS 50:9)

Semoga bermanfaat.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar