Belajar dari Bayangan

Belajar dari Bayangan

Sungguh, hati ini baru tersentak saat membaca ulasan tentang bayangan. Selama hidup tentu saja tahu dan melihatnya hampir setiap saat. 

Saat berada di bawah sinar mentari, terkena sinar rembulan atau tersorot lampu, pasti bayangan akan hadir.

Bermain-main dengan bayangan pun menyenangkan. Coba kita padamkan sorot lampu yang melebar dan fokuskan sorotnya pada objek yang ingin digerakkan. Anak-anak dan dewasa pasti menyukainya.

Mengapa ada bayangan dalam kehidupan ini.

Inilah kuasa Allah dan bila kita menyimaknya, banyak ulasan dalam ayat suci Al Qur’an tentang bayangan. Salah satunya terdapat dalam QS. Al-Furqan 25: Ayat 45, Allah SWT berfirman:

“Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bay7ang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk.”

Bayang-bayang terjadi akibat perputaran bumi pada porosnya dan perputaran bumi mengelilingi matahari. Bentuk bayang-bayang juga tidak tetap, ada kalanya memanjang dan bisa juga memendek.

Bila proses itu tidak berjalan, maka bayang-bayang tidak akan berubah-ubah. Tentu saja kehidupan tidak akan berjalan sesuai kodratnya dan kemungkinan tidak akan ada lagi kehidupan. 

Allah, Sang Maha Pencipta telah menetapkan dan menyuruh kita untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian, ada keteraturan dan keseimbangan alam raya ini. 

Bayang-bayang mengajarkan pula adanya tahapan dalam menjalankan sesuatu. Proses panjang dan pendek harus kita lalui, sebelum akhirnya berhenti sama sekali.

Semoga ini selalu jadi renungan hidup bagi kita yang meyakini kekuasaan-Nya.

rumahmediagrup/hadiyatitriono