BELAJAR DARI HIKMAH

Belajar dari Hikmah

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang- orang yang berakal” (QS. Al Imron:190)

Roda kehidupan terus berputar. Siang berganti malam, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Demikian waktu dipergantikan.

Fenomena alam terus mengalami perubahan. Kemarau panjang, banjir, tsunami, gempa, longsor dan sebagainya. Terjadi seiring dengan berjalannya waktu.

Fenomena rasa kehidupan manusia pun beragam. Kesedihan, kegembiraan, kebingungan, kemalasan dan masih banyak lainnya. Banyak berbagai cara manusia dalam menyikapinya.

Kebanyakan dari manusia sering lupa, bahkan tidak pernah memikirkan. Begitu banyaknya kejadian yang terjadi, baik yang dialaminya sendiri maupun lingkungannya. Memberikan hikmah atau pelajaran hidup yang tidak dibatasi oleh dinding- dinding kelas.

Setiap detik adalah pembelajaran, setiap menit adalah hikmah, dan setiap saat adalah sarana untuk membuat manusia menuju dewasa. Dewasa dalam penalaran pikirnya. Dewasa dalam penerapan tata laku dan ucapannya.

Bukankah ilmu pengetahuan bahkan tekhnologi, bersumber dari kajian dan penelitian yang bersumber dari fenomena atau kejadian yang terjadi di sekitar kita. Tuhan memberikan potensi akal dan pikiran pada manusia agar berpikir. Mentafakuri setiap fenomena yang terjadi di sekitar kita.

Kecerdasan dalam mengambil hikmah dari setiap kejadian, adalah karuniaNya yang terbesar. Semakin banyak hikmah dari setiap kejadian yang berhasil kita petik maka semakin banyak keberuntungan dalam hidup. Mengapa demikian, karena yang tersirat dalam hikmah akan membawa keselamatan bagi orang- orang yang mau berpikir.

Hikmah akan menjadikan hati manusia tenang. Hati yang tenang tidak akan bersedih ataupun takut menghadapi kejadian sepahit apapun. Hatinya meyakini bahwa segala sesuatu sudah dalam genggaman Tuhannya.

Hikmah menyebabkan manusia menemukan pelajaran dari setiap kejadian. Rasa kehilangan atau bencana bukanlah suatu kerugian. Jika manusia berhasil menemukan hikmah di dalamnya.

Hikmah menambah keyakinan manusia pada Tuhannya. Setiap kejadian yang terjadi tidak ada yang kebetulan. Semua telah menjadi ketetapan Tuhannya.

Memaknai dengan cerdas setiap kejadian yang dialami. Agar kita dapat mengambil hikmah di dalamnya. Sehingga dapat memperoleh kedewasaan, pemahaman dan kearifan dalam hidup.

rumahmediagrup/anisahsaleh

Pixabayphoto

One comment

Comments are closed.