BELAJAR DARI TUBUH

Belajar Dari Tubuh

Pada dasarnya manusia adalah makhluk pembelajar dan ingin tau banyak hal. Terkadang ada hal-hal luarbiasa yang justru tak menjadi perhatian buat kita. Misalnya tubuh manusia, Allah ciptakan dengan sebaik-baik bentuk. Begitu banyak komponen penyusun hingga mampu  menjalankan fungsi-fungsinya.

Tubuh manusia tersusun dari sel sebagai unit terkecil, sel-sel yang memiliki fungsi akan membentuk jaringan, jaringan-jaringan itu berkelompok dan membentuk organ yang memiliki fungsi tertentu. Sekelompok organ yang berperan dalam suatu kegiatan tertentu akan membentuk suatu sistem.

Misalnya organ jantung, betapa jantung memiliki fungsi vital dalam tubuh, berdetak memompa darah keseluruh tubuh. Hati yang memiliki fungsi sebagai penawar racun. Lambung, usus yang tersusun menjadi sistem pencernaan. Semua itu bergerak dan bekerja tanpa kita perintahkan, kita juga tak mampu membuatnya berhenti walau hanya satu detik saja. Itu adalah bukti bahwa semuanya bukan miliki kita dan tidak punya kuasa atasnya, semua itu hanya titipan yang harus dijaga.

Kadang-kadang manusia merasa bahwa apa yang ada pada dirinya adalah miliknya. Bentuk tubuh ideal, warna kulit, hidung yang indah. Harusnya tidak perlu bangga dengan semua itu, cukup bersyukur. Jangan juga menghina jika ada yang memiliki fisik tak sempurna. Semua dari Allah, syukuri saja.

Bayangkan jika satu saja fungsi itu rusak atau berhenti, tentu akan menimbulkan kekacauan. Begitu besar nikmat yang telah Allah berikan. Dengan anugerah itu kita bisa menjalankan hidup. Namun manusia sering lupa untuk apa Allah menciptakanya. Tak sedikit yang begitu angkuh berjalan di muka   bumi ini. Dengan kesombonganya membuat hukum dan menandingi hukum Allah. Meninggalkan semua yang Allah perintahkan.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyebah-Ku.” (TQS. Adz Dzariyat: 56)

Rendahkanlah hati, manusia itu terbatas, lemah, dan butuh yang lebih kuat darinya, yaitu Allah. Mengamati alam semesta, kehidupan dan manusia dengan berfikir mustanir tentang semua itu akan menghantarkan manusia mengimani Allah sebagai Pencipta yang mengatur seluruh alam semesta.

rumahmediagrup/firafaradillah