Belajar Menyenangkan di Rumah

Waktu itu pada hari ke-4 murid-murid yang belajar di rumah, mulai merasakan kejenuhan. Bagaimana tidak mereka belajar dengan orang tua, yang mayoritas bukan seorang pendidik. Mereka tidak mengerti bagaimana tahapan-tahapan dan teknik dalam mengajar. Mereka hanya mendampingi menyelesaikan tugas LK. Tidak lebih dari itu. Bahkan ketika saya sebagai guru memerintahkan untuk melaporkan secara video, video yang kami terima adalah video ketika dia mengerjakan LK.

Sahabat yang baik, sahabat yang bukan seorang guru, sahabat yang menginginkan anak-anak Indonesia bukan hanya sekedar belajar dalam buku, marilah untuk hari ini saya ajak untuk membawa mereka belajar seperti tidak sedang belajar.

Belajar yang bagaimanakah yang dimaksud belajar seperti tidak sedang belajar? Belajar semacam ini bisa kita mulai dengan cara mengajak mereka melakukan atau istilahnya mempraktekkan apa yang ada di dalam kompetensi inti 3 yaitu kompetensi inti pengetahuan.

Ambil salah satu contoh, jika di dalam KI-3 ada tugas membuat puisi, maka untuk kali ini kita lakukan hal yang berbeda.

Ingat
Sebuah ajakan dengan perintah itu berbeda. Oleh sebab itu jangan perintahkan tugas kepada anak-anak. Katakan kepada mereka dengan sebuah ajakan.
Misalnya, ayo anak-anak, kalian baca puisi di rumah divideokan seperti yang ibu lakukan. Tentu ini menyenangkan, karena ibu melakukannya tidak di dalam kelas, tidak di dalam ruangan, tetapi di halaman samping rumah. Bahkan akan lebih bagus jika dihadapan kalian adalah hamparan sawah atau ladang yang luas.

Hal semacam ini tentu akan menjadikan anak-anak senang melakukannya. Jangan lupa, guru wajib memulai Dengan mem-video pembacaan puisi tersebut. Tidak perlu banyak-banyak cukup 5 baris saja yang jika dibacakan hanya membutuhkan durasi 30 detik sampai 60 detik. Ini manfaatnya adalah tidak terlalu banyak memakan kuota data ketika mengirimkan sebagai laporan kepada guru.

Sahabat penduduk selamat membuat anak-anak senang yaaa.