Benarkah Ada Segudang Manfaat Dari Menulis?

Menurut saya, menulis itu sangat menyenangkan. Karena apa? Karena kita bisa menuangkan banyak ide yang menumpuk di benak kita menjadi sebuah tulisan yang bisa dibaca banyak orang. Kita tidak menikmatinya sendiri. Kita bisa berbagi cerita. Cerita sedih dan bahagia sama nikmatnya untuk dibagikan. Bukankah itu sesuatu yang menyenangkan?

Bagi saya sendiri, menulis adalah bagian dari menyampaikan dakwah. Sungguh sangat menyenangkan bisa memberikan yang terbaik buat orang lain. Saya menikmati setiap kata dan kalimat untuk disampaikan kepada orang lain. Saya menulis tanpa beban berat. Itu sebabnya, dalam buku ini saya berbagi dengan teman-teman bagaimana sih agar menulis terasa menyenangkan.

Crichton, penulis novel “Jurassic Park” memberikan motivasi tentang menulis dengan kalimat-kalimat ini: “Sebuah karya akan memicu inspirasi. Teruslah berkarya. Jika Anda berhasil, teruslah berkarya. Jika Anda gagal, teruslah berkarya. Jika Anda tertarik, teruslah berkarya. Jika Anda bosan, teruslah berkarya.”

Ada beberapa manfaat dari menulis yaitu :

  • Menulis itu penting supaya ide kita tidak hilang. Jika ide diibaratkan hewan buruan, maka menulis adalah tali kekangnya. Supaya hewan buruan tidak lari kemana-mana, mesti ada tali kekangnya. Demikian pula dengan ide.
  • Kita menulis untuk mengoptimalkan otak kanan. Otak kanan ini yang berfungsi untuk hal-hal “non-logical” (Keajaiban), semacam mempertajam perasaan, misalkan menumbuhkan rasa empati, meningkatkan sensitivitas, meningkatkan kreativitas, dll.
  • Menulis itu mengurangi tacid knowledge yaitu ilmu/kelebihan yang sulit ditransfer kepada orang lain.
  • Mengurangi stress. Menurut James W Pennebaker, Ph.D., Professor of Psychology dari University of Texas dan penulis buku “Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions“, kondisi mental orang-orang yang terbiasa mengekspresikan emosi atau unek-unek dengan menulis, lebih stabil dibandingkan orang2 yang tidak biasa menulis.
  • Membantu menemukan jalan hidup. Karena tulisan adalah do’a, seperti apa sudah dijanjikan oleh Allah Swt. “berdo’alah kepada-Ku maka Aku (Allah) akan mengabulkan”. Harvard Business School pernah melakukan penelitian tentang hubungan antara memiliki cita-cita dan menuangkannya dalam bentuk tulisan, dengan pencapaian cita-cita tersebut. Hasilnya, sebagian besar responden (84%), ternyata tidak punya cita-cita. 13% punya cita-cita tapi tidak menuliskannya. Dan hanya segelintir orang, yaitu 3%, yang punya cita-cita dan menuliskannya.
  • Menjaga semangat dan komitmen. Setiap tulisan-tulisan yang sudah kita buat akan mengingatkan kita akan sebuah komitmen-komitmen yang sudah kita buat. Yang kemudian akan menjadikan diri kita semakin semangat dengan komitmen-komitmen itu.
  • Memperkaya inspirasi. Bagaimana tidak orang tidak akan bisa menulis apabila tidak mempunyai inspirasi. Setiap individu sebenarnya mempunyai banyak sekali inspirasi apabila mereka mau mencarinya. Karena inspirasi tidak akan datang kalau tidak dijemput. Tapi terkadang tanpa dijemput pun inspirasi juga akan datang dengan sendirinya, itulah uniknya inspirasi.
  • Meningkatkan kreativitas. Semakin banyak tulisan-tulisan yang kita tulis maka semakin banyak pula tulisan itu mendorong kita untuk terus menggali lebih dalam bagaimana cara menulis yang baik, penyampaian yang sistematis, dan gaya penulisan yang menarik.

rumahmedia/deejaysupriyanto