BENARKAH KAU MENCINTAINYA?

Benarkah Kau Mencintainya?

Mencintai karena keimanan. Sosok yang merindu pada ummatnya, cinta yang begitu dalam. Akhir dimana Allah memanggilnya, ia sebut-sebut, ia khawatirkan bagaimana keadaan umat sepeninggalanya, benar-benar cinta yang begitu indah lagi tulus. Seseorang yang mulia, sungguh setiap jiwa terhutang kepada beliau karena cinta yang telah diajarkannya kepada kita. Beliaulah sumber kebaikan, tak ada sesuatu yang keluar dari lisan dan amalan beliau kecuali kebaikan. Semoga tak ada keraguan dalam diri kita menjadikannya contoh dan teladan. Dialah Rasulullah SAW

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…”

(QS: Al-Ahzab: 21)

Derajat keimanan yang luar biasa bagi para sahabat dan sahabiyah. Mengimani Rasulullah sebagai pembawa risalah dari Allah tanpa ada keraguan di dalamnya. Selalu membersamainya dalam segala hadang, rintang dalam perjuangan meninggikan kalimat Laillaha ilallah Muhammad rasulullah. Bukanlah harta, kekayaan, dan bukan pula kedudukan yang menjadi tujuan Muhammad SAW. Jalan dan tujuan yang paling terang dan jelas bagi beliau adalah hanya menyampaikan dakwah dan membangun peradaban dengan dorongan keimanan.

Lalu bagaimana dengan kita?

Apa yang selama ini telah kita cari di dunia ini?

Sudahkah kita mencintai dengan sebenar-benarnya?

Siapkah dengan segala hujjah tatkala berjumpa dengannya?

Sudahkah beliau kita jadikan contoh, teladan yang sesungguhnya?

Atau malah sebaliknya, ketika lisan mengatakan bahwa beliau adalah suri tauladan maka disaat yang bersamaan kita juga melanggar semua tuturnya. Mengabaikan metode perjuangan yang pernah Rasul lakukan.

Ketika Rasul tak pernah contohkan pacaran, lalu kenapa banyak yang mengerjakannya?

Disaat Rasul menghapuskan riba bahkan Allah melarangnya, kenapa begitu bertebaran dan berlomba-lomba meraihnya?

Rasul tak pernah tertarik berjuang dalam sistem kufur, kenapa hal itu terjadi hari ini ?

Lalu  kau ummatnya dari mana?

Islam mengajarkan kita untuk tak lakukan hal-hal yang sia-sia, karna sungguh seluruh perbuatan kita sebagai manusia bisa bernilai pahala dengan niat ikhlas karena Allah dan caranya benar. Jika bukan rasulullah contoh yang benar lalu mau mencontoh siapa lagi?

Siapa saja yang melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya maka perbuatan itu tertolak”(HR. Muslim)

Cinta bertepuk sebelah tangan itu sungguh menyakitkan. Cintailah beliau, sungguh jadikanlah ia teladan yang sebenarnya. Kenali beliau lebih dalam dengan pelajari riwayatnya. Bagaiamana cinta itu akan bermekaran jika kau tak mengenalinya. Dan mudah-mudahan Allah wafatkan kita dijalan yang sama seperti Allah wafatkan Rasul kita yaitu di jalan dakwah Laillaha ilallah Muhammad rasulullah.

rumahmediagrup/firafaradillah