BENCANA ALAM NEGERI INI

BENCANA ALAM NEGERI INI

Oleh Puji Yuli

Awal tahun 2021 ,negeri ini berduka. Dimana, bulan Januari ini bencana alam terjadi secara beruntun mulai dari insiden jatuhnya pesawat sriwijaya air SJ 182 yang mengakibatkan kru maupun penumpang meninggal dunia. Pandemi virus covid 19 yang belum berakhir di wilayah nusantara. Adanya gempa bumi dan banjir bandang juga melanda negeri ini di awal tahun 2021.

Ragam bencana menerpa sebagian wilayah negeri awal tahun 2021 ini. Pada Sabtu (9/1) terjadi bencana longsor di Sumedang. Akibatnya, 38 orang meninggal, 29 rumah rusak dan ribuan orang mengungsi.

Pada Rabu (13/1), bencana banjir terjadi di Kalimantan Selatan. Menurut LAPAN, sebanyak 13 kabupaten/kota terdampak. Akibatnya, 15 orang meninggal dan sekitar 112.709 orang mengungsi.

Selain di Kalsel, pada Sabtu (16/1), banjir dan longsor terjadi di Manado, Sulawesi Utara. Banjir juga terjadi di Kabupaten Lamongan dan Sidoarjo, Jawa Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, hingga Kota Cirebon, Jawa Barat. Paling akhir, Selasa (19/1), banjir terjadi di kawasan Puncak Bogor.

Selain banjir, juga terjadi gempa bumi di Mamuju dan Majene pada Kamis (14/1). Akibatnya, 88 orang meninggal per Selasa (19/1) berdasarkan pencatatan Basarnas Makassar. Selain itu, menurut data BNPB, hingga Senin (18/1) sebanyak 253 orang mengalami luka berat, 679 orang luka ringan dan sebanyak 19.435 orang mengungsi (Cnnindonesia.com, 19/1/2021).

Berbagai bencana atau musibah tentu merupakan ketetapan atau qadha’ Allah SWT (QS at-Taubah [9]: 51). Tak mungkin ditolak atau dicegah. Sebagai ketetapan (qadha’)-Nya, musibah itu harus dilakoni dengan lapang dada, ridha, tawakal dan istirja’ (mengembalikan semuanya kepada Allah SWT) serta sabar (QS al-Baqarah [2]: 155-157).

Aneka bencana yang terjadi menunjukkan betapa lemahnya manusia. Betapa manusia membutuhkan pertolongan Allah SWT. Betapa tidak layak manusia bersikap membangkang terhadap ketentuan-Nya, bermaksiat serta berani mencampakkan petunjuk dan aturan-Nya. Allah SWT berfirman:

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ . أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

Apakah kalian merasa aman terhadap (hukuman) Allah yang (berkuasa) di langit saat Dia menjungkirbalikkan bumi bersama kalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? Ataukah kalian merasa aman terhadap (azab) Allah yang (berkuasa) di langit saat Dia mengirimkan angin disertai debu dan kerikil? Kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku (TQS al-Mulk [67]: 16-17)

Semua kemaksiatan itu mengakibatkan fasad (kerusakan) di muka bumi. Di antaranya berupa bencana alam dan dampaknya. Semua ini baru sebagian akibat yang Allah SWT timpakan karena berbagai kemaksiatan yang terjadi di tengah manusia. Tujuannya agar manusia segera sadar dan kembali pada syariah-Nya. Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah SWT) (TQS ar-Rum [30]: 41).

Puji Yuli/rumahmedia