Benih Harapan Negeri

Benih Harapan Negeri

Langkah-langkah kecil terayun ceria. Menjelang waktu adzan Maghrib. Berlarian kecil gembira. Menuju Masjid sambil berceloteh riang.

Peci bertengger di kepala. Mengenakan kemeja rapi dan sarung yang membungkus celana. Tas ransel terpanggul di punggung. Berisi buku-buku untuk mengaji.

Hati gembira saat ikut salat berjamaah. Lalu dilanjut mengkaji huruf-huruf hijaiyah. Membaca rangkaian kalimat-kalimat indah sarat makna. Yang telah dituliskan oleh kalam Allah.

Menyimak penjelasan Ustadz. Belajar bersama kawan-kawan. Sahabat seiman sesurga.

Semburat jingga langit senja menjadi saksi. Jiwa polos lugu bersih mereka ini. Benih-benih penjaga kalimat Illahi.

Tumbuh menjadi pemuda berakhlak Islami. Tak pernah bosan menyampaikan kebaikan. Kebenaran, kearifan ajaran Islam.

Lidahnya selalu menyanjung asma Allah. Tak lepas dari dzikrullah. Hatinya senantiasa terjaga dalam takwa. Ikhlas meniti jalan dakwah.

Merekalah sesungguhnya harapan negeri. Buah didikan wanita-wanita salihah. Menanamkan tauhid dalam jiwa ananda. Sejak dalam kandungan hingga tumbuh dewasa.

Calon-calon pemimpin bangsa. Dengan gagah berani berdiri. Membela kebenaran, melawan kebatilan.

Tangan-tangan kecil yang kini tekun membolak-balik lembaran Al-Qur’an. Bertumbuh menjadi tangan-tangan yang dengan kuat mengawal kejujuran. Membawa obor-obor penerang dalam kegelapan.

Kaki-kaki kecil yang kini menapak ringan mengunjungi tempat-tempat kajian. Kelak akan menjadi penggerak. Pengambil langkah perubahan, yang terus menumbuhkan harapan.

Ananda-Ananda tersayang. Hari ini doa kami panjatkan. Agar kelak di masa depan. Kalianlah harapan.

Barakallahu fiikum.

Ditulis ulang dan disunting seperlunya dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157913435617847&id=748347846

Bandung, 14 Desember 2019
rumahmediagrup/arsdiani