Bentang Rindu dan Syukur

Doc. Walidah

Bentang Rindu dan Syukur

Rindu

Ia bagai dingin yang bisa kurasa

Namun, tak bisa kulihat apalagi tersentuh

Rindu

Ia bagai angin menerpa tirai jendela

Namun, lagi-lagi aku tak mampu menyentuhnya

Hanya mampu dirasa

Itulah rindu

Hanya mampu terpatri

Itulah rindu

Namun, ia tumbuh

Subur dalam jiwa

Merana menanti waktu

***

Syukur hanya sebuah kata

Tak perlu kau risaukan

Syukur hanya sebuah kata

Tak perlu kau pedulikan

Syukur hanya sebuah kata

Tak perlu kau hiraukan

Syukur hanya sebuah kata

Tak penting untukmu

Syukur hanya sebuah kata

Memang hanya sebuah kata

Tapi

Tak lantas kau berkata akan hal itu

Karena syukur itu memang hanya sebuah kata

Namun, ia teramat berharga

Syukur memang hanya sebuah kata

Tapi, ia lebih dari sekadar kata-kata

Syukur hanya sebuah kata

Tapi, tak semua orang mampu melakukannya

Syukur hanya sebuah kata

Ringan kau ucapkan

Berat kau lakukan

Syukur hanya sebuah kata

Namun, ia sering terabaikan

Oleh keluh dan rasa kurang

Syukur hanya sebuah kata

Tapi, ia mampu memberi sebuah berkah

Pada hati yang ikhlas

Syukur hanya sebuah kata

Tapi, ia bisa mengantarkan rasa rindu

Pada Sang Pemberi Nikmat

Syukur bukan hanya sebuah kata

Ia juga sebuah rasa

Pada apa yang kau punya

Syukur bukan hanya sebuah kata

Tapi kata pengangkat derajat

Bagi yang tulus mengatakannya

***

Kini

Syukurku akan rindu

Menyemainya tumbuh di dalam kalbu

Suatu waktu

Akan ada di masa sebuah rindu

Bertemu pada sang pengobat rindu

rumahmediagrup/walidahariyani