Berani Menerima Tantangan Ini?

Kalau masih ada yang belum yakin seperti halnya saya, penulis menceritakan sebuah kisah inspiratif  yang mungkin akan memotivasi dan merubah mindset kita tentang menulis. Berikut kisahnya.

Orang yang pantas menjadi “pahlawanmu” saat kamu merasa tidak bisa atau tidak punya waktu menulis mungkin adalah Jean-Dominique Bauby. Ia adalah editor kepala majalah Elle, majalah fashion yang mendunia itu. Ketika berumur 43 tahun, Bauby mengalami stroke yang membuat ia mengalami sindrom bernama locked-in-syndrome yang menyebabkan ia hanya bisa menggerakkan mata kirinya saja. Dengan kondisi seperti itu ia mampu menyelesaikan sebuah buku setebal 140 halaman.

Mau tahu bagaimana ia melakukan hal itu? Caranya, ia menyewa seorang asisten bernama Claudia Mendibil yang membantunya menulis huruf demi huruf. Bauby hanya mendiktekan saja huruf-huruf  itu dengan cara mengedipkan mata kirinya. Satu kedipan untuk ‘ya’ dan dua kedipan untuk ‘tidak’ saat asistennya mengeja huruf demi huruf.

Kegigihan Bauby telah menginspirasi banyak orang bahwa hambatan sesulit apa pun ternyata tidak dapat menghalangi keinginan untuk menuangkan isi fikiran dalam sebuah tulisan. Bahkan, cerita kegigihannya sudah difilmkan dengan apik oleh sutradara bernama Julian Schnabel yang berjudul sama dengan judul bukunya, ‘The Diving Bell and The Butterfly‘. Sangat luar biasa dan sangat menginpirasi bukan?

umahmedia/deejaysupriyanto

One comment

Comments are closed.