Berbagi Kebaikan

Berbagi Kebaikan

Sudah tiga tahun kami bertiga memiliki aktivitas di pasar. Namun baru kali ini ngobrol bersama sambil ngemil, santai di lapakku.

Aku dan dua Heny memang pedagang di pasar. Heny, istri pak Cipto berjualan aneka bahan plastik, sedangkan Heny satu lagi yang paling muda umurnya dari kami bertiga, berjualan aneka kue. Jarak antar lapak kami cukup berjauhan.

Pasar sudah mulai sepi, cukup untuk menghilangkan penat sejenak.

“Bunda makin piawai aja nulisnya nih,” puji Mbak Heny padaku.

Aku tersipu malu dibuatnya, langsung kutepis.

“Bukan saya, tapi ini nih pakarnya.” Aku menunjuk Bu Cipto yang sedang menyeruput wedang jahe.

Ups, hampir saja dia tersedak, lalu melotot ke arah kami.

“Namanya minat itu harus disalurkan, kalau didiamkan saja mampet ntar.” Bu Cipto bicara juga akhirnya.

Diantara kesibukan kami sebagai pedagang dan ibu rumah tangga, masih bisa menyalurkan minat di bidang kepenulisan, yang baru saja kami tekuni saat usia merambat senja.

Semula kami tidak saling mengetahui kalau memiliki minat yang sama. Media sosial milik masing-masing yang berbicara, akhirnya saat bertemu seperti ini, kami terbahak-bahak membahasnya.

Teman-teman pedagang lainnya menoleh, memperhatikan tiga orang perempuan yang membahas cara menulis, begitu juga pembeli yang mampir di lapakku.

Mungkin mereka pikir , kami membahas tugas sekolah anak-anak. Ah biarlah….

Sikap suami dan anak-anak terhadap kesibukan baru kami, ternyata hampir sama.

“Aduh Mama sekarang pegang gawai terus. Seluncur sana sini, sampai obrolan dengan suami juga jadi bahan tulisan.” Mbak Heny bercerita sambil ngakak.

“Mending begini, nggak banyak ngabisin duit. Coba kalau hobby jalan-jalan dan belanja, pusing kan Papa. Nulisnya juga disamping suami tercinta.” 

Begitu cara kami saat suami komentar tentang hobby baru ini.

Hal yang paling utama yang kami inginkan adalah berbagi kebaikan lewat tulisan, walaupun kami bukan ahli agama atau ustadzah.

Berkarya lewat aksara untuk kebaikan harus terus diasah, untuk itu kami perlu wadah dan dukungan orang-orang terdekat.

Bravo emak-emak literasi.

rumahmediagrup/hadiyatitriono