Berdamai dengan Lampu Merah

Oleh : Hamni Azmi

Kenapa lampu merah selalu menyala paling lama dibanding lampu lain?

Ternyata kalo kita beneran sadar?

Lampu merah adalah clue atau tanda dari-Nya betapa kita harus benar-benar memanage atau mengelola rasa kita.

Lampu Merah, tidak lain adalah moment yang bisa kita setting sebagai moment merenung sejenak akan kejadian yang sudah dan akan kita lakukan.

Adakah hari ini kita masih mudah marah?

Apakah hari ini kita masih baperan?

Silakan cek lampu merah dan halangan di sekitar kita, separah apa?

Lalu cek ke dalam diri.
Apakah saya baik baik saja?

Faktanya,

Lama kemacetan dan lampu merah di sekitar kita.

Bukan semata berasal dari eksternal diri alias sesuatu diluar pengamatan kita.
Tetapi lampu merah tersebut hakikatnya adalah sinyal dari dalam diri.

Karena semakin emosi diri.
Semakin banyaklah lampu merah yang akan ditemui.

Sebaliknya,

Lampu hijau rambu lalu lintas adalah cerminan rasa berlatar belakang kebahagiaan dan kesenangan juga ketenangan diri.

Terus, apa yang kita bisa lakukan?

Menikmati setiap detik kehidupan, dengan berharap segala yang terbaik untuk kita dan keluarga.

Galilah hikmah di setiap kali lampu merah.

Dan disaat macet itulah.

Coba kita ingat

Dosa kita hari ini. Gumamkanlah segala hal yang sudah dilakukan hari ini.

Apakah ada hal baik terjadi dan sudah dilakukan hari ini?

Ajaklah tubuh kita. Hati kita. Fokus kita. Dan perasaan kita. Untuk mempertahankan kebaikan itu.

Lalu jika ada hal buruk yang sudah dilakukan hari ini?
Gumamkanlah permohonan maaf.
Sebagai upaya memperbaiki rasa dalam diri.

Bermohonlah. Agar Allah memberi petunjuk, jalan atau kemampuan melangkah. Dengan cara apa saja.

Lalu berjanjilah untuk
berfokus pada

“HAL HAL TERBAIK dan YANG MEMBAIKKAN SAJA”

Menjadi kebaikan detik ini dan di masa yang akan datang.
Insya allah.

Barakallahu fiikum

Sumber foto : koleksi pribadi