Jika suatu hari tanpa nasi, sanggupkah kita?

Celotehan saya kali ini mungkin bisa membuat semua mengernyitkan dahi, kenapa ya, apa mungkin bisa kita hidup tanpa makan nasi? Bersyukurlah bagi mereka yang masih bisa diberi rejeki makan.

Hal ini berkaitan dengan kesehatan tubuh yang harus selalu sentiasa kita jaga, agar selalu segar dan bugar tentunya. Kita harus lebih banyak tahu dengan setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Sebenarnya sudah tidak aneh dengan adanya gerakan suatu hari tanpa nasi. Pertama kali di canangkan di Kota Depok dengan nama program gerakan ODNR (One Day No Rice) pada September 2011.

Pada awalnya program ini di peruntukan bagi PNS di Kota Depok agar wajib tidak makan nasi satu hari, dengan berbagai tanggapan beragam dari semua kalangan.

Tidak perlu resah karena ini hanya wacana yang tentunya juga harus kita pikirkan untuk kebaikan tubuh dan kehidupan kita tentunya di masa depan agar lebih sehat dan berkualitas, bukan hanya dikhususkan untuk PNS dong ya.

Gerakan ini terus di canangkan dan di sebarluaskan dengan tujuannya agar kita dapat mengganti makanan pokok sehari-hari kita nasi dengan makanan pengganti.

Berawal dari gerakan ini kita tentu sangat ingin sekali masyarakat kita penuh degan semangat untuk memberdayakan tubuh tetap sehat, dan melakukan aktifitas yang membahagiakan.

Kebiasaan yang mengharuskan mengubah pada pola makan masyarakat agar mengganti jenis karbohidrat nasi dengan sumber karbohidrat lain seperti gandum, jagung, singkong, dan ubi-ubian sebagai makanan pengganti yang juga memiliki jenis karbohidrat yang baik dan menyehatkan.

Ini juga merupakan salah satu upaya dalam menjauhi sikap ketergantungan pada pangan impor sehingga dapat pula menghemat cadangan beras nasional.

Kebijakan dan program ini belum sepenuhnya berhasil, karena rupanya belum ada upaya-upaya yang sangat sistematik atas kesadaran masyarakat dalam mengubah cara pandangnya terhadap pemakaian beras.

Salah satu poin yang ingin dicapai memang untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Selain itu diharapkan olahan dari tepung terigu di kurangi karena berpengaruh juga pada tubuh manusia. Sayur dan buah-buahan pun sangat penting.

Dalam hal ini gerakan yang akan memberikan gebrakan positif bagi semua masyarakat harus tetap disosialisasikan, agar masyarakat lebih dapat memahami akan pentingnya kesehatan dan ketahanan pangan di Indonesia.

Sumber : ODNR. Nur Mahmudi Isma’il; Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2012.
Pict : dokumen pribadi