Dua Kelomang Bijak yang Bersahabat

Pasir putih yang terhampar di pantai itu sangat bersih. Semenjak dua ekor kelomang bersahabat, suasana di pantai pun terpantau sangat ramah.

Tetapi banyak yang tidak tahu, sebenarnya Kelo dan Omang sama-sama menyimpan perasaan suka pada satu kelomang betina yang manis. (permen kali, manis)

Kelo : “Sore ini sebaiknya kita ke pantai lagi ya Omang, siapa tahu banyak makanan baru di sana.”

Omang : “Okelah, aku-pun sudah lama rasanya, tidak pergi ke pantai pasir putih itu.”

Keduanya saling berjalan lamban sambil sesekali mata melihat pemandangan yang semakin sore semakin ramai dengan para manusia pelancong, atau penduduk, bahkan nelayan setempat yang hanya berniat menjala ikan di laut.

Tetap berusaha untuk tidak terinjak manusia-manusia yang asyik menikmati keindahan pantai di sore hari.

Kelo : “Semoga hari ini kita bisa beruntung, bisa dapat sesuatu untuk di bawa pulang”.

Omang : “Kamu tuh ya,, makaaaan terus yang dipikirin, itu cangkangmu kapan mau kau bersihkan biar mengkilat kinclong kaca-kaca seperti rebonding!.”

Kelo : “Biar apa atuuuh?,” melirik seraya merasa ada yang aneh dengan ucapan Omang barusan.

Omang : “Bukankah kamu suka dengan udang pinky keriting? (panggilan lucu kelomang betina manis) yang waktu itu ketemu di pantai selatan, dekat karang?,” Omang sedikit menggoda.

Kelo : “Wah, itu sih lain cerita. Lagi pula bukan kah kita baru enam bulan, mana mungkin bisa suka pada lawan jenis kelomang! Kamu ada-ada saja ah!.”

Omang : “hahaha.. Iya, iya maaf.”

Kelo : “Kamu sendiri, kenapa tidak segera menemui Moana, tuh di sana,” mencoba menggoda dengan candaan sama.

Melihat di depan mereka terlihat sesosok ubur-ubur merindu sendu (panggilan kelomang betina yang cantik). Bak memancarkan cahaya kerlap-kerlip lampu di pesta.

Kedua keloman, Kelo dan Omang merasa tak mengerti kenapa perasaan yang tak menentu membuat hatinya tak beralih pandangan dari sosok di depan mereka.

Mereka hanya bisa melihat tanpa bisa mendekat.

Mereka hanya bisa melempar senyum tanpa merasa nyaman.

Kegundahan yang terjadi akibat ulah kedua kelomang ini membuahkan hasil. Si cantik ubur-ubur merindu sendu ternyata merangkak ke arah mereka dengan anggunnya.

Tahu apa yang dia katakan pada kedua kelomang itu? Sembari hanya melewati mereka yang sedang terkesima, kelomang betina yang cantik itu-pun berkata : “Jangan pernah menatap seseorang jika kamu hanya memberi kasih palsu. Pergilah jauh-jauh, sejatinya jodoh pasti akan bersama tanpa ada tanya terlebih dahulu.”

Tak disangka dengan perkataan itu, kedua kelomang yang bersahabat pun merasa kegirangan, puber di awal waktu? Ah, sudahlah.

Ketika kita merasa sayang dengan seseorang tunjukan tanpa harus mengekang perasaan.
Biarkan yang memberi waktu hidup yang mengatur rencana selanjutnya.

Jangan sampai terbodohi hal-hal bodoh yang bisa menjadikan kamu bodoh. Semoga dengan sabar menghilangkan temu, akan memberikan kekuatan kasih sayang yang terjaga rapih di tangan-NYA.

pict : google share