Bijaklah Berbeda Pendapat, Menyesap Pelajaran dari Kisah Enam Orang Buta Melihat Gajah dari India

Created by Canva

Bijaklah Berbeda Pendapat, Menyesap Pelajaran dari Kisah Enam Orang Buta Melihat Gajah dari India

Oleh Walidah Ariyani

“Orang-orang sangat ramai membicarakan tentang gajah. Katanya gajah itu kuat dan besar. Aku jadi penasaran, seperti apakah gajah itu sebenarnya.” Sekelompok tuna netra sedang berbincang-bincang di sebuah pondok.

Mereka adalah enam pemuda yang kedua matanya tak bisa melihat. Setiap hari mereka selalu berkumpul dan berbincang-bincang.

“Iya, aku juga penasaran dengan gajah itu,” kata pemuda buta yang lain.

Akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi mencari gajah. Sesampainya di tempat gajah berada, masing-masing dari mereka mulai memegang si gajah.

“Gajah itu seperti tembok,” kata pemuda buta pertama. “Aku bisa merasakan tubuhnya yang besar, kuat dan keras.

Pemuda pertama itu ternyata sedang memegang punggung gajah.

“Tidak. Gajah itu seperti ular,” kata pemuda buta kedua yang memegang belalai gajah yang sedang bergerak-gerak.

“Kata siapa seperti ular, gajah itu malah seperti tombak. Tubuhnya bulat dan licin,” kata pemuda buta ketiga yang memegang gading gajah.

“Kalian bertiga salah. Gajah itu seperti pohon kelapa. Ia kokoh dan kuat,” timpal pemuda buta keempat yang memegang kaki gajah.

Pemuda kelima yang memegang ekor gajah pun berkata, “bagaimana kalian bisa mengatakan hal seperti itu, sedangkan gajah ini lebih mirip sebuat tali.”

Tak mau kalah dengan kelima temannya, pemuda keenam menggelengkan kepalanya dan berkata,”sungguh kalian semua tak pandai mengira-ngira. Sudah jelas gajah itu bentuknya sepeti kipas. Bagaimana bisa dikatakan seperti tali, pohon kelapa, tembok, tombak, dan ular.” Ternyata pemuda itu memegang kuping gajah yang lebar.

Hingga hari menjelang sore, keenam pemuda buta itu masih bertengkar. Tidak ada yang mau mengalah. Mereka menanggap bahwa pendapatnya sendirilah yang paling benar. Mereka tidak tahu, bahwa perkiraan mereka semua salah. Karena hanya bagian-bagian tubuh gajah yang mereka pegang dan tidak melihat secara keseluruhan.

***

Tanpa disadari, kadang kita sering kali memilih berselisih paham dengan seseorang. Semua disebabkan karena sudut pandang yang berbeda satu sama lain. Tak jarang perbedaan pendapat memicu pertengkaran dan konflik. Apakah memang harus seperti itu?

Padahal perbedaan pendapat sebenarnya adalah sebuah keniscayaan. Kita tak akan bisa menyamakan semua hal. Bahkan sepasang kembar identik saja pasti memiliki ciri tersendiri yang dapat membuatnya berbeda dengan kembarannya.

Lalu haruskan pertengkaran menjadi solusi dalam setiap perbedaan?

Bukankah dengan adanya perbedaan membuat semua yang ada dalam hidup ini menjadi lebih bermakna dan indah?

Berbeda bukanlah hal final untuk memutuskan mengakhiri semua dengan konflik. Karena ada banyak jalan yang dapat mempertemukan keindahan dan ibrah dari setiap perbedaan. Hanya saja kadang semua masih terselip di balik tirai rahasia Tuhan.

Yuk, bijak dalam menghadapi perbedaan pendapat. Jauhkan diri dari segala caci dan kata-kata kasar untuk sekadar menurutkan hati dan meng’aku’kan diri sebagai pernyataan paling benar. Berdiskusilah dengan arif. Pasti ada banyak keindahan yang ditemukan setelahnya.

rumahmediagrup/walidahariyani

2 comments

Comments are closed.