::Bingkisan Manis::

::Bingkisan Manis::

Saat malam menjelang, hampir pukul 21:00 WIB. Seseorang memberi salam di depan rumah. Berbarengan dengan salah satu jagoan kecilku yang sedang ngambek meminta snack cokelat. Padahal saat itu PR nya belum selesai. Dia sedang mengincar hadiah yang ada dalam pembungkus cokelat, beberapa lembar kartu untuk dijadikan permainan bersama teman-temannya.

“Assalamu’alaikum…”

“Wa’alaikumussalaam…”

“Coba tolong lihat Bang siapa yang datang!”

Dengan muka manyun dia bilang, “Qoqo sama Ibunya…”

Segera saja ku ambil jilbab di sandaran kursi kemudian menuju ruang depan tempat anak-anak biasa mengaji. Dan benar saja, di sana sudah ada jagoan kecil usia TK yang lagi wara-wiri. Ada ibunya juga bersama si adik. Setelah bersapa sejenak, si ibu memberikan sebuah bungkusan paperbag mungil berwarna cokelat. Sambil mengutarakan maksud kedatangannya.

Tanpa berpanjang kata, beliau pun berpamitan. Tak lupa kuucapkan triple terima kasih dan sebaris doa (dalam hati), dan aku masih terkesima dengan kehadirannya.

Tak kala kubuka bingkisan itu, isinya sebuah kotak manis, semanis siibu yang memberikan kado. Dan, taraa…selembar kerudung cantik berwarna biru, warna kesukaanku. Kutaksir kerudung itu mesti berharga di atas deretan kerudung yang ada di lemariku. Dan ada dua lembar kertas berlogo lambang negara.

Karena si jagoan sudah merengek, aku tak sempat membuka full seperti apa kerudungnya. Aku hanya mengambil lembaran kertas tadi kemudian keluar bersama dua krucil. Ada beberapa kebutuhan dapur yang harus dibeli. Benar saja, saat harus membayar di kasir, lembaran tadi mencukupi jumlah yang harus dibayar. Alhamdulilah tsumma alhamdulillah. Sungguh Tuhan amat sangat Pemurah.

Pagi ini baru sempat kulihat isi kotak manis itu, kerudung biru dengan harga fantastis. Buatku yang tak begitu “melek” dengan fashion, tag price itu setara dengan beberapa lembar kerudung yang menurutku sudah bagus.

Subhanallah wal hamdulillah, bagaimana aku mampu mengalihkanMu dari yang lain, sedang pemberianMu tak pernah berkurang bahkan bertambah.


Sahabat…

Banyak dari kita yang lalai dari berterima kasih/bersyukur. Banyak kejadian sehari-hari yang luput dari ingatan kita tentang rasa syukur.

Kita lebih sering mengingat peristiwa buruk dan sedih. Sedang nikmat-nikmat lainnya terlupakan. Padahal sejatinya semua kondisi yang kita terima adalah nikmatNya.

Tetap berpikir positif, tetap berbaik sangka terhadap segala hal. Dan tak lupa mengucap syukur.

“Bersyukurlah, maka akan Aku tambah nikmatmu”

Selamat pagi, selamat mensyukuri nikmat hari ini. Semoga hari ini penuh berkah dan kasihNya.

Ihdinashshiroothol mustaqim

rumahmediagroup//afaf.aulia18