Bodo Amat

Bodo Amat

“Kalau nggak bisa mempengaruhi sepuluh, seratus atau seribu orang untuk berubah, kenapa tidak kita saja yang mengubahsesuaikan ‘mindset’ diri sendiri.”

Mau baper terus menerus karena omongan orang lain? Mau menangis terus akibat body shaming, beauty bullying atau apalah itu sebutannya karena orang lain mengutarakan kekepoan mereka terhadap kita?

“Hei, apa kabar? Ko, sekarang kurus banget, sih.”
“Sudah umur tiga puluhan belum nikah juga, kenapa?”
“Sudah berapa tahun nikahnya? Kenapa belum punya anak?”
“Anaknya sudah besar, ya. Nggak mau nambah anak?”
“Pantesan saja kena sakit jantung, kegemukan tuh.”

Masih banyak kalimat basa-basi lain yang bisa membuat perasaan orang nggak nyaman dengan kalimat itu. Lalu menjadi baper, lantas malas untuk ketemu lagi.

Dan saya pernah berada dalam situasi tersebut. Hanya bisa menangis, karena saya nggak bisa marah-marah. Selanjutnya menghindar ketemu langsung dengan orang seperti itu. Pada akhirnya putus silaturahmi.

Beuh … jadi tambah dosa, ya.

Sekarang bagaimana? Big No untuk baper berlebihan!

Saya mengubah mindset diri sendiri untuk bersikap bodo amat, masa bodo, ape lu kate dah, suka-suka lu aje, yang penting gue hepi.

Ko bisa? Karena saya mau sehat. Saya harus membuat diri sendiri bahagia.

Saya nggak bisa mengubah orang lain untuk tidak bicara basa-basi menggunakan kalimat yang menyakitkan. Nggak bisa juga mengontrol pikiran orang lain dari keinginan mengomentari penampilan kita.

Karena, memang saya tidak kurus. (Baca : iye, gue gendut)😅

Oleh karena itu, lebih baik saya yang berubah. Mulai nggak peduli pada komentar jahat. Belajar menjadikan ucapan negatif orang lain sebagai kalimat yang positif untuk diri sendiri.

“Gemuk banget, sih!”
“Iyalah, tandanya gue subur, makmur, aman, damai, sentosa. Mulai besok gue diet!” Walaupun gagal terus mulai dietnya.

“Kenapa nggak dibawa pacarnya?”
“Pacar saya masih jadi pacar orang lain. Doain saja cepat putusnya biar bisa saya gandeng.” Ini bisa jadi contoh jawaban buat yang jomblo.

“Kenapa belum punya anak?”
“Anak-anak saya ada di Surga. Berada dalam pelukan Yang Maha Penyayang. Tolong bantu doakan agar saya bisa segera memeluk mereka, ya.”

Percaya deh, setelah mengubah diri sendiri. Tidak akan membuat kita larut dalam sedih berkepanjangan. Bahkan, kita jadi lebih banyak bersyukur.

Nikmati berkat dari Allah yang kita dapatkan saat ini. Jika kita pandai bersyukur, akan ditambah lagi nikmat lainnya.

Dgt
Jatirasa, 290719

#Nubar
#NulisBareng
#Level1
#BerkreasiLewatAksara
#Menulismengabadikankebaikan
#Week5
#RNB60

rumahmediagrup/gitalaksmi

One comment

Comments are closed.