Body Shaming, Candaan Yang Bisa Menyebabkan Kematian

Body Shaming, Candaan Yang Bisa Menyebabkan Kematian

Apa yang muncul di benak kalian ketika mendengar kata body shaming?

Apakah kalian pernah mengalaminya? Atau justru menjadi pelakunya?

Body shaming adalah tindakan mengejek atau berkomentar negatif terhadap keadaan fisik seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, sering sekali kita temui orang-orang yang berkomentar negatif mengenai fisik seseorang. Mereka melakukan hal itu sebagai bahan candaan atau basa-basi untuk memulai perbincangan. Padahal, tanpa sadar komentar itu bisa menimbulkan efek yang buruk bagi penerima komentar.

Sebagaimana dikatakan oleh ahli hypnotherapy, Floranita Kustendro, bahwa kata-kata yang menyakiti hati seseorang mengenai fisik, dapat membuat korban menjadi trauma, mengalami gangguan kesehatan, mengalami gangguan mental, bahkan berkeinginan untuk bunuh diri.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Orang yang mengalami body shaming biasanya akan mengalami penurunan rasa percaya diri. Dia akan mulai depresi karena komentar negatif yang diucapkan kepadanya selalu menetap di dalam pikirannya. Hingga tak jarang, hal tersebut akan mendorongnya melakukan hal yang dapat membahayakan kesehatan fisik dan mentalnya.

Mereka bisa saja melakukan diet ketat yang tidak sesuai anjuran kesehatan. Mereka mengubah porsi makannya menjadi lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya, demi target yang ingin dicapai. Jika ini dilakukan terus menerus, maka mereka akan mengalami eating disorder yang tentu saja membahayakan kesehatan.

Tidak menutup kemungkinan juga, mereka akan mengonsumsi obat pelangsing atau obat untuk menaikkan berat badan, melakukan olahraga berlebihan bahkan melakukan operasi untuk mengubah bentuk tubuhnya agar menjadi ideal.

Hal-hal tersebut, merupakan efek buruk dari perlakuan body shaming yang selama ini tidak kita sadari. Oleh karena itu, mulai sekarang cobalah untuk tidak melakukan body shaming kepada siapapun. Jangan lagi mengatakan, “Kok, kamu gendutan sekarang, ya?” atau “Kok, kamu makin kurus, sih?” ataupun kalimat lain yang semacamnya. Karena perkataan yang kita anggap hanya candaan dan basa-basi itu bisa melukai hati seseorang, yang dapat mengakibatkan turunnya rasa percaya diri, stres, depresi, bahkan berkeinginan bunuh diri. Tentu saja, kita tidak ingin menjadi penyebab seseorang mengalami semua itu, bukan?

Semoga bermanfaat.

Referensi:
https://m.fimela.com/beauty-health/read/4075100/fimela-fest-2019-jangan-sepelekan-body-shaming-sebab-ini-yang-akan-terjadi-pada-korban

Sumber gambar: https://www.facebook.com/yukepodotcom/photos/siapa-sih-dari-kita-yang-nggak-pernah-melontarkan-komentar-komentar-seperti-di-a/1116105688553110/

rumahmediagrup/decirizkahayulubis

11 comments

  1. Itu sebabnya setiap orang harus bisa pede dan mensyukuri pemberian Alloh. Klo saya sih biar dikatain kulkas 2 pintu. Biarin saja, ucapan adalah doa yg nanti kembali pada diri si pengucapnya sendiri

    1. Benar banget tuh, Mbak. Seharusnya kita selalu bersyukur dan menjaga sikap serta ucapan agar tidak menyakiti orang lain.. 👍😃

    1. Saya jadi korban body shaming ketika SMA, karena saya paling kecil di kelas, Mbak.
      😃😃😃🙏🙏

    1. Kalau aku karena badan kecil sering dikatain kalau bakalan susah melahirkan normal. Alhamdulillah atas izin Allah aku bisa melahirkan normal. Tetap semangat untuk kita ya, Mbak. Peluk 😊

Comments are closed.