Bolehkah Aku Cemburu

Bolehkah Aku Cemburu

Apa hal pertama yang muncul dalam benak kalian ketika membaca atau mendengar kata “cemburu”?

Cemburu identik dengan perasaan yang tidak senang, tidak percaya, ragu ataupun iri terhadap sesuatu atau seseorang. Tak bisa kupungkiri, aku adalah seseorang yang pencemburu. Sehingga, aku kesulitan mengatur rasa panik maupun mengolah stres yang kualami.

Cemburu adalah tanda cinta. Begitulah, bunyi pernyataan yang membenarkan seseorang untuk memiliki rasa yang sebenarnya menyakitkan itu. Terkait benar atau salahnya rasa cemburu itu, semua kembali kepada pribadi yang mengalaminya.

Rasa cemburu yang dikelola dengan baik akan menjadi dasar introspeksi yang menghadirkan motivasi dalam diri.

Pernahkah kalian merasakan itu, wahai Sahabatku?

Jujur saja, aku baru merasakan nilai positif dari rasa cemburu itu beberapa hari ini. Semua bermula ketika aku bergabung di dalam grup penulis yang luar biasa, di bawah naungan Rumah Media Grup. Kami belajar materi yang sama dari guru yang sama. Sebagai newbie yang harus banyak belajar mengenai dunia kepenulisan, aku bersyukur diizinkan bergabung dengan komunitas ini. Namun, tentu saja aku harus berlari untuk mengejar ketertinggalanku dari mereka.

Tahukah, teman-teman pembaca! Bahwa rasa cemburu yang kukatakan menyakitkan itu, telah memotivasiku untuk mengejar ketertinggalan.

Bagaimana bisa?

Tentu saja, karena rasa cemburuku sebagai tanda cinta pada dunia kepenulisan. Sebuah rasa yang telah menciptakan pikiran positif yang meyakinkan hati untuk mulai menggoreskan tinta, mengalirkan ide dan mengekspresikan tiap rasa di dalam karya.

Kugunakan prinsip now or never. Kuhapuskan kata “tidak” dari kalimat “aku tidak bisa menulis dan menerbitkan naskahku di website karena aku gaptek”. Sehingga, rasa cemburu yang muncul ketika melihat teman-temanku sudah memposting naskah, menjadi pemacu semangatku untuk menulis naskah sekaligus menerbitkannya di website Rumah Media Grup.

Jadi, bolehkah aku cemburu?

Sumber gambar: https://katakatamutiarayangbijak.blogspot.com/2015/11/kata-kata-cemburu-buat-mantan-yang-bijak.html

rumahmediagrup/decirizkahayulubis