Boya Buaya Yang Serakah

Siang yang terik membuat sungai yang mengalir tenang sedikit hangat airnya. Namun tak menyulutkan si Boya buaya untuk mencari makan. Sudah beberapa hari ini Boya tak menemukan mangsa yang dapat menghilangkan rasa laparnya.

Samar-samar terlihat di kejauhan ada seekor bebek sedang mencari cacing, dengan pelan dan pasti Boya berusaha mendekati bebek. Boya menerkam dengan kaki depannya, seketika bebek tergencet badannya.

“Ampuni Aku Boya, badanku begitu kurus. Jangan makan Aku tulang-tulangku menonjol karena aku terlalu kurus dan pastilah dagingku juga sedikit. Kamu pasti rugi memakanku, pergilah ke hulu sungai di sana ada kawanan kambing yang gemuk-gemuk dan pastinya dagingnya juga banyak,” terang bebek membela diri.

“Benar juga ya, terlalu sedikit dagingmu. Aku akan pergi ke hulu mencari mangsa yang lebih banyak dagingnya,” ujar Boya seraya melepaskan cengkeramannya.

Segera Boya menuju ke hulu sungai, tampak dari kejauhan terdengar suara kambing. Mendekati hulu sungai Boya dengan pelan-pelan menuju sasarannya. Byur bunyi air membuyarkan kawanan kambing yang tengah minum, namun naas bagi Kobi si kambing kakinya berhasil dicengkeram oleh Boya.

“Boya, Boya kamu rugi jika memakanku! Dagingku tak akan membuatmu kenyang, aku terlalu kurus. Rumput-rumput yang menjadi makananku kering, sudah tiga hari aku tak menemukan rumput segar dan hijau. Makanlah gajah, dagingnya lebih banyak dan kamu pasti bisa kenyang. Susurilah aliran sungai ini kamu akan menemukan gajah,” jelas si Kobi ketakutan.

Tanpa menjawab Boya segera melepaskan cengkeramnnya dan menyusuri sungai. Dari kejauhan terlihat binatang yang sedang minum begitu besar. Wah, benar kata Kobi ini yang namanya gajah dagingnya banyak pasti dapat membuatku kenyang, batin Boya.

Boya perlahan mendekati gajah, dengan cekatan ia berusaha mencengkeram kaki gajah. Namun rupanya kaki gajah terlalu besar dan kuat. Dengan cepat dan cekatan gajah yang terkejut segera menginjakkan kakinya di atas tubuh si Boya. Boya tak bisa melawan dan melepaskan diri dari pijakan kaki gajah yang kuat dan besar. Gajah dengan kekuatannya menenggelamkan Boya hanya dengan satu kakinya. Berakhirlah hidup Boya buaya karena keserakahannya

Ilustrasi Gambar : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar