Antara Ikhlas dan Riya

Terkadang kedua hal ini sulit sekali diperkirakan, karena berkaitan dengan niat hati seseorang, dan tentunya yang tahu hanya diri pribadinya dan Allah SWT semata.

Namun jangan kita memvonis seseorang akan riya dan ikhlas ini, hanya karena melihat perbuatan yang terlihat diluarnya saja.

Menurut ustadz Maulana di acara siraman rohani “Islam Itu Indah”, membahas kedua hal ini. Untuk meminta kemuliaan di dunia dan di akhirat, maka sudah seharusnya kita memohon hanya kepada-Nya. Baik itu meminta ditambahkan ilmu, ketakwaan dan kesehatan.

Tiga hal lainnya yang menunjang pada kebaikan ikhlas hati supaya mendapatkan Ilham, taufik, dan hidayah-Nya.

Ilham : merupakan pemberian dari Allah kepada hamba-Nya, dengan mencari ilmu untuk mendapat hidayah itu sendiri.

Taufik : kecocokan, artinya kita harus selalu memohon hidayah kepada-Nya. Membuat hati menjadi tenang dan berupaya untuk berbuat baik dan ikhlas tanpa adanya riya.

Hidayah : pantulan kebaikan yang didapatkan seseorang dari hasil pancaran Ilham dan taufik Allah SWT.

Diharapkan dengan saling memperbaiki sikap dalam kehidupan sehari-hari, kita akan diberikan kemudahan-kemudahan untuk memberi dengan ikhlas tanpa adanya riya, dan akan semakin memberi yakin menjalankannya.

Apapun itu sempatkanlah untuk selalu mengkoreksi diri sendiri agar dapat memperbaiki hati yang mungkin saja masih terdapat sikap riya.

Semua yang tersampaikan hanya sebuah ilmu yang semoga dapat menjadikan kita manusia yang lebih bermakna dan berguna bagi orang lain. Wallohu’alam.

Foto : dokumentasi pribadi