(Bukan) Manusia Setengah Dewa – Dokter Juga Manusia

(Bukan) Manusia Setengah Dewa – Dokter Juga Manusia

Hari itu aku tengah dilanda perasaan gundah gulana. Pasalnya, grup Whatsapp yang beranggotakan alumni-alumni seangkatan sedang dilanda euforia menjelang rencana diadakannya reuni angkatan. Kegiatan berlokasi di luar kota, dengan kewajiban membayar iuran yang nominalnya membuatku mengelus dada.

Untuk sebagian besar anggota grup mungkin angka itu tak seberapa, tapi buatku saat itu membayangkan harus mengeluarkan uang sejumlah demikian, ditambah ongkos transportasi ke lokasi kegiatan, sungguh membuatku merasa tak berdaya. Timbul perasaan rendah diri, merasa diri ini tak berharga, jauh dari kata sukses yang mungkin sudah dicicipi oleh teman-teman sejawat lainnya.

Lalu di suatu hari muncul lah pengumuman pembukaan event menulis antologi bertema Dokter Juga Manusia di halaman FB Nubar Rumedia MA Jabar yang disiarkan oleh Teh Rhea Ilham Nurjanah . Merasa terpanggil, aku langsung mengisi kolom komentar menyatakan bersedia menjadi salah satu kontributornya. Tak lama berselang, Dr. Hamni Azmi selaku PJ event pun menghubungi. Gayung bersambut.

Menulis buku ini membuatku merasa tak sendiri, karena ternyata ada banyak kisah teman sejawat seprofesi yang mengalami bermacam-macam bentuk keresahan. Ada dokter yang harus melepas profesinya demi mendampingi keluarga kecilnya. Ada yang harus berusaha melawan penyakit yang menggerogoti hidupnya. Ada dokter yang memperjuangkan mimpi membangun klinik impiannya. Dan perasaan bersalah seorang dokter yang tidak bisa menyembuhkan keluarganya sendiri.

Menulis buku ini membuatku bersyukur. Meski sambil berurai mata merangkai kisahku ke dalam kata-kata, namun pada akhirnya aku pun mensyukuri jalan yang telah kupilih. Mensyukuri tugas dan peran yang Allah pilihkan untukku saat ini. Menyadari bahwa, bahkan dengan keadaan yang sekarang ini ternyata banyak sekali nikmat dari-Nya yang seharusnya ku syukuri.

Doctorpreneur. Judul yang kupilih untuk tulisan di buku antologi ini. Tak sekedar berkisah, namun berharap dari tulisanku kelak para pembacanya dapat mengambil hikmah.

“Duhai, Kawan …
Dokter juga manusia,
Kami bukanlah manusia setengah dewa.
Berjuang dalam kehidupan,
Sama seperti kalian.”

Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang membutuhkan bacaan berkualitas, dan insyaAllah mampu menginspirasi pembacanya. Jadilah saksi, bagaimana kami, para dokter, mampu bertahan melalui episode getirnya kehidupan dengan sabar, bersyukur dan ikhlas menjalaninya.

Berjuang demi keluarga,
Demi cita-cita,
Demi cinta dan harapan.

Ditulis ulang dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157836754637847&id=748347846

rumahmediagrup/arsdiani