Bukan Penulis

Part- 2

Piala pertama dalam menulis adalah niat memulai. Mulailah sekarang jangan tunda, jangan menunggu besok. Apa yang terjadi besok kita tidak tahu.

Kita terlahir menjadi bukan bisa menulis tetapi mendengar. Maka dengarkan semua kejadian peristiwa rekam baik-baik dan langsung tulis sekarang. Sederhana kan? Contoh nih. Suatu ketika terdengar suara cara tertentu di di luar rumah. Kamu merasakan melalui pendengaran bahwa wa tentu Man itu ada di jalan raya. Maka segera tuliskan apa yang kamu dengarkan itu. Misalnya menjadi tulisan seperti berikut. (Ada suara dentuman. Sepertinya suara itu tidak jauh. Mendengar dentuman nya itu adalah sebuah kecelakaan kendaraan besar. Ini pasti di jalan Raya sebelah rumah)

Selain mendengar kita dilahirkan dengan melihat. Maka lihat, pandang, cermati, amati baik-baik apa yang kau lihat. Jangan lupa ditulis ya apa yang kamu lihat. Misalnya (ini anak siapa ya. Sore begini jauh dari rumahnya. Atau mungkin bersama orang tuanya. Wah sore-sore bajunya kotor belum mandi sepertinya! Di mana orang tuanya harusnya dia tidak membiarkan begitu saja anaknya lepas dari pengawasan. Sekarang musim penculikan)

Ngobrol dengan seseorang. Suatu ketika kamu sedang ngobrol dengan orang-orang. Dalam obrolan itu kamu tidak terlalu kuat untuk bersuara. Tentu ada kekecewaan nih. Silakan tulis kekecewaanmu itu. Yah, tidak ada orang yang sedang dihadapi Maka jangan berharap banyak, karena kamu memberikan tanggapan dalam bentuk tulisan dan tidak sedang ada di hadapan kita. Tetapi paling tidak kamu memastikan pandangan diri kamu tentang obrolan yang menarik tadi.

Nah, mudah bukan untuk melahirkan sebuah tulisan?

Selamat mencoba….!