Bukan Sekedar Orang Tua Sabtu-Minggu

Bukan Sekadar “Orang Tua Sabtu-Minggu”

Membangun keluarga dan tinggal seatap tentu saja harapan semua orang. Ketika dalam salah satu episode kehidupan, pilihan yang di ambil adalah untuk terpisah dengan keluarganya beberapa saat, lalu bertemu kembali di akhir pekan. Semoga menjadi pilihan terbaik yang dijalani.


Menjalani kehidupan keluarga secara LDM (Long Distance Marriage), bukanlah suatu takdir, tapi ini adalah suatu pilihan. Tidak semua orang mampu menjalani kehidupan seperti ini. Hidup seatap saja ada konflik, apalagi tidak seatap? Tentu saja butuh lebih banyak kekuatan doa untuk menjaga pasangan maupun anak-anak agar selalu dalam keadaan baik-baik.


Masih teringat ketika dulu anak-anak bertanya, “Kapan ayah pulang?” Dan seketika itu hanya bisa menjawab, “Ayah pulang hari Sabtu.”


Atau dengan jawaban lain, “Sabar ya Kak, nanti kalau pekerjaan ayah sudah selesai, Insyaa Allah, ayah akan segera pulang.”
Ada jutaan rasa yang berkecamuk di dada. Saat harus bisa menguatkan diri sendiri dan juga anak-anak agar bisa ikhlas menjalani pilihan terbaik untuk saat ini.


Begitu banyak tangisan dan pelukan yang harus kami hadapi untuk saling menguatkan. Setelah pada satu titik, belajar tawakal, akhirnya mulai bisa menjalani peran sebagai ibu yang harus bertemu pasangannya di akhir pekan. Menjadi ayah yang bisa bertemu anaknya di hari Sabtu-Minggu.


Beruntungnya, kemajuan teknologi mampu menjadi alternatif bagi para pejuang LDM untuk saling berbagi kabar. Berusaha menyempatkan waktu untuk bercerita tentang kegiatan harian yang dijalani.


Kalau mendengarkan penghakiman orang, rasanya memang kejam. Padahal belum tentu mereka yang berkata itu mampu menjalani kehidupan seperti kami. Daripada menghakimi, lebih baik mendoakan, semoga Allah segera memberikan kami kemudahan untuk bisa menjalani kehidupan berkeluarga yang wajar, bisa bertemu setiap hari.


Ada banyak alasan untuk menjalani LDM. Dan saya yakin, tidak ada seorang pun yang mau jika diberi pilihan seperti ini. Tapi kalau memang ini pilihan terbaik dari semua pilihan yang ada, apa mau dikata …. Tetap harus di jalani.


Ketika pasangan yang menjalani LDM sudah bisa ikhlas, maka pola pengasuhan anak pun akan menjadi lebih mudah. Seorang ayah harus tetap menjadi sosok yang berwibawa di rumahnya. Menjadi sosok yang disegani. Dan ibu harus menjadi tangguh dan mandiri meskipun tidak ditemani pasangannya setiap hari.

Jangan ibu saja yang merasa berat mendidik anak tanpa pasangannya. Seorang ayah juga tidak mudah untuk hidup sendirian tanpa pasangan dan anak-anaknya. Yang biasanya pulang tinggal makan, ini tidak. Yang biasanya mendengar tawa anak-anaknya sehari-hari, harus menunggu akhir pekan.


Semua ada proses perjuangannya masing-masing. Berusaha menjalankan peran dengan baik. Saling mendukung. Saling mengimbangi. Semoga Allah beri kemudahan-kemudahan.


Teruntuk semua keluarga pejuang LDM, “You are amazing!”. Tetap semangat dan mari bergandengan tangan saling menguatkan. Berharap semoga Allah memberikan banyak kemudahan-kemudahan untuk mendidik anak kita, menjadi generasi terbaik yang bermanfaat bagi sesama.

*Menulis sebagai pengingat diri sendiri.
Barakallahu fiikum.


Klaten, 2 November 2019

rumahmediagrup/siskahamira

rumahmediagrup/siskahamira