Bukan Suatu Kebetulan Melainkan Keberuntungan

Bukan Suatu Kebetulan Melainkan Keberuntungan

 

 

Ada banyak hal yang tak pernah kusangka-sangka justru terjadi dalam hidupku. Kejadian yang benar-benar patut aku syukuri. Termasuk perihal sepele. Sekadar foto seperti yang terlihat di bawah ini. Foto yang diambil oleh suamiku. Karena sedari dulu beliau memang hobi sekali menyuruhku berfoto. Dengan dirinya sebagai pengarah gaya. Gaya yang biasanya unik dan hasilnya membuatku takjub.

Ya, baru sekarang kusadari, aku takjub bisa punya foto yang secara kebetulan bertema sama, tema menjumput. Meski diambil diwaktu dan tempat yang berbeda.

Foto di sebelah kiri diambil pada bulan Mei 2014. Dengan pose sedang menjumput replika menara Eiffel di Window of The World, Shenzhen, Cina.

Kabarnya, dulu banyak rakyat Tiongkok yang ingin sekali keliling dunia, tapi terhalang kemampuan ekonomi. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, dibangunlah Window of the World. Taman hiburan ini menampilkan replika keajaiban dunia, peninggalan bersejarah, dan situs-situs terkenal lainnya. Perbandingan ukurannya 1:1, 1:5 atau 1:15, jadi memang lebih kecil dibanding bangunan asli. Harga tiket masuk taman hiburan ini adalah CNY 200 atau sekitar Rp400 ribu. Mau lebih hemat? Kamu bisa mendapatkan harga tiket masuk sebesar CNY 80 atau sekitar Rp160 ribu saja jika berkunjung setelah pukul 7.30 malam.
(https://www.wego.co.id/berita/satu-hari-keliling-dunia-di-shenzhen/. Diakses 23 September 2019).

Ketika itu aku tengah hamil Jehan, anak keduaku. Aku merasa sangat bersyukur karena saat itu bisa mendapat hadiah perjalanan wisata gratis sekeluarga dari kantor suamiku. Kami pergi bahkan dengan mengajak serta Tyaga yang baru berusia 2 tahun 2 bulan. Alhamdulillah … bahagia rasanya.

Sementara foto yang di sebelah kanan diambil pada bulan Desember 2018. Foto dengan pose menjumput salah satu stupa candi Borobudur.

Candi di Indonesia ini pernah masuk tujuh keajaiban dunia. Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia. Candi ini dibangun sekitar 75 tahun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Kerajaan Sailendra. Ada sekitar 2 juta blok batu yang dikumpulkan untuk membangunnya.
(https://www.idntimes.com/travel/destination/francisca-christy/10-candi-terbesar-di-dunia-indonesia-masuk-gak-ya. Diakses tanggal 23 September 2019).

Melihat kedua foto ini, bagiku bukanlah suatu kebetulan bisa berpose dengan tema yang sama. Melainkan ini sebuah keberuntungan bagiku. Keberuntungan yang merupakan rezeki tak terduga dari Allah SWT. Bagaimana tidak? Karena bisa pergi ke kedua tempat ini sama sekali tak pernah terbayangkan olehku.

Sebab di tahun 2013, setiap kali melepas kepergian suamiku ke luar negeri, aku hanya bergumam, “Bismillah suatu saat nanti bisa ke luar negeri lagi.” entah bagaimana caranya Allah saja.

Dan di tahun 2018 aku hanya berharap bisa wisata ke Jogjakarta bersama suami dan kedua anakku.

Ajaib … masyaAllah….

Alhamdulillah tak terduga, rezeki yang tak terlupakan itu datang indah pada waktu-Nya. Maka aku pun tak lupa berterimakasih kepada suamiku tercinta yang kerap mengabadikan kenangan perjalanan kami dalam sebuah foto unik.

-Ribka ImaRi-
Sokaraja, 23 September 2019

rumahmediagroup/ribkaimari

One comment

Comments are closed.