Buku, Buku Lagi, Buku Terus

Buku, Buku Lagi, Buku Terus

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Keberadaan sebuah buku menjadi sebuah keniscayaan. Dimulai manusia ini ada hingga seluruh umat manusia tiada. Dari waktu ke waktu, dan dari zaman ke zaman, media tulis dan baca terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan. Dan media tulis dan baca selalu mengikuti perkembangan teknologi.

Sejarah buku berawal dari zaman Mesir kuno di tahun 2400 SM. Pada saat itu, orang-orang mesir coba menuliskan simbol-simbol di daun papyrus yang dijadikan selembar kertas papirus. Kertas dari daun papirus yang ditulis oleh orang mesir pada saat itulah yang menjadi buku pertama di dunia.

Berbeda dengan bangsa Cina yang menulis di atas potongan kayu dan bambu yang diikat menjadi satu. Hal tersebut mengubah sistem penulisan Cina, di mana menulis diurutkan ke bawa atau vertikal, sebagaimana sering kita lihat di film-film Cina ya.

Yang unik adalah orang Timur Tengah, yang menulis di potongan kulit domba yang disebut perkamen atau kertas kulit. Kemudian kertas kulit itu ditumpuk menjadi satu, dan menjadi sejarah awal buku yang dijilid.

Sedangkan buku kertas pertama dibuat oleh bangsa Cina ada tahun 105 Masehi yang terbuat dari bambu. Inilah kebangkitan awal bangsa Cina yang berhasil menjadi negara pengekspor kertas ke hampir semua belahan dunia. (https://m.brilio.net/video/discover/inilah-sejarah-terciptanya-buku-160826s.html)

/Nah sejak kapan kita mengenal e-book (buku elektronik)? /
.
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. (Wikipedia.org)

Ebook ditemukan oleh Michael Stern Hart, Hart adalah seorang Penulis Amerika, yang dikenal sebagai penemu buku elektronik (eBook) dan pendiri Proyek Gutenberg (PG), proyek pertama untuk membuat eBook yang tersedia secara bebas melalui Internet. Ia menerbitkan eBooks sebelum internet ada melalui ARPANET, jaringan BBS dan server Gopher.

Pada tahun 70an saat Hart masih menjadi mahasiswa di University of Illinois, Hart diberi kesempatan mengakses komputer utama kampusnya. Saat itu ia berpikir apa yang bisa ia lakukan dengan komputer itu. Ide tentang ebook kemudian muncul saat Hart berada di sebuah supermarket saat melakukan perjalanan ke berbagai tempat.

Hart mengabdikan hidupnya setelah mendirikan PG pada tahun 1971 untuk digitalisasi dan mendistribusikan literatur dari karya dalam domain publik dengan hak cipta gratis dan kadaluarsa. Ebooks pertama (etexts) yang diketik dalam Format teks biasa dan diterbitkan sebagai file teks; format lain yang tersedia kemudian. Hart mengetik sebagian besar awal ebook miliknya; kemudian relawan menyebarluaskannya. (https://linkpengetahuan.blogspot.com/2017/05/penemu-ebook-dan-sejarah-singkatnya.html?m=1)

Sehingga, meskipun saat ini eranya adalah era digital tidak ada alasan untuk tidak membutuhkan buku. Buku digital atau e-book bisa menjadi alternatif bacaan sehingga arus informasi tidak terhenti karena alasan tidak punya buku. Karena ratusan, atau bahkan ribuan buku bisa tersimpan dan dibaca dari layar gawai.