Bunda Dan Yulia (Bagian.1)

Bunda Dan Yulia (Bagian 1)

“Bunda ini bagus ga?” Yulia setengah berteriak sambil memperlihatkan sebuah foto model baju. “Buat lebaran bunda”. Yulia sejak kecil sangat menyukai karakter Doraemon, semua benda yang dimiliki selalu memilih karakter Doraemon.
Bunda tersenyum sambil mendekat “Bagus sayang”
“Untuk lebaran bun, beli bahan aja ya bun? Jadi lebih murah”
Bunda kembali tersenyum “Kata siapa lebih murah? Justeru lebih mahal Yulia”.
Yulia mengerutkan keningnya “Ko mahal? Bunda sering manjahit katanya murah”.
“Bunda menjahit bahannya gratis ada yang memberi, jadi cuma bayar kurir jahit saja”.
“Oh…” Yulia berlalu dengan kecewa.

Yulia adalah salah satu anak dari dua bersaudara bunda Maya, berparas cantik, periang dan suka bergaul. Yulia memiliki tubuh yang tinggi semampai, seperti bunda Maya kecil dulu, kini usia Yulia menginjak 24 tahun, sedang mengandung anak pertamanya usia 6 bulan. Yulia memiliki kekurangan fisik, pada kakinya yang berbentuk leter O. Awalnya Yulia lahir dengan usia kandungan yang kurang atau biasa disebut prematur. Bunda Maya melahirkan Yulia usia 7 bulan. Dalam melahirkannya,
Yulia dengan berat badan 1 kilo 2 ons. Yulia perlu di inkubator selama 2 pekan, untuk menambah berat badannya sangat sedikit, asupan Asi dari bunda kurang mencukupi, sehingga perkembangan pertumbuhan Yulia sangant kurang, sampai bisa jalan saja Yulia usia 3 tahun, sehingga kebiasaan untuk duduk sangat lama dan membuat kaki Yulia menjadi leter O.

Yulia sejak kecil selalu ceria dan supel dalam bergaul, keceriaan itu mulai hilang sejak Ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), karena tidak semua teman menyenanginya, ada beberapa teman yang selalu mengejek kekurangan fisiknya.

Beberapa kali Yulia pulang dalam keadaan menangis dan bersedih,
“Bunda aku tidak mau sekolah lagi, teman-temannya jahat” rengek Yulia ketika pulang sekolah.
“Sini sayang!, teman Yulia ada yang baikkan?”. Bunda berusaha menghibur.
Yulia mengangguk dan menghentikan tangisnya. ” Ada bunda cuma Intan yang baik”.
“Kalau begitu main dengan intan, jika ada yang tidak suka sama kamu, biarkan saja”.
Yulia mulai terhibur dan mulai tersenyum lagi.

Sumber gambar : Canva
Rumahmediagrup/Maepurpple

One comment

Comments are closed.