Bungkus Es Krim

Bu Sosro memiliki 3 anak titik anak pertama namanya Pati, perempuan memiliki sifat yang sensitif. Anak kedua namanya Dono, memiliki sifat pendiam namun patuh kepada orang tua, mengalah jika adiknya rewel, mengalah pula jika kakaknya sedang sensitif terhadap sesuatu. Anak ketiga namanya Dodi, memiliki sifat manja, cerdas, banyak protes, dia memiliki kelemahan Jika menginginkan sesuatu minta segera diluluskan keinginannya.

Sore hari pukul 16.00, Dodi pulang dari bermain. Setelah mengucap salam, Dodi menyerang ibunya dengan pertanyaan pertanyaan. Dia menanyakan, siapa yang telah makan es krim. Tentu ibunya menjawab tidak tahu, karena memang ibunya tidak makan es krim. Ibunya menanyakan mengapa Dodi menanyakan hal itu, dari mana asal-usulnya. Dia dengan sedikit emosi dan ekspresinya menunjukkan seolah-olah dia sedang dilupakan atas jatah es krim itu.

Bu Sosro tersenyum melihat anaknya yang marah-marah. Melihat Bu Sosro tersenyum Dodi semakin marah dan menganggap sedang di- bully atau diremehkan. Dan ketika ditanya asal muasal mengapa menanyakan tentang tuntutan es krim yang dia mau, Dodi menjawab dengan kesal. “Di tempat sampah depan rumah ada bekas bungkus es krim!” Dan … spontan ibunya tidak bisa menahan tawa mendengar jawaban anak termanjanya ini. Bukankah tempat sampah itu ada di pinggir jalan, di mana siapa saja yang lewat bisa membuang sampah di sana. Ibunya tersenyum dengan memberikan penjelasan.

Asparaga, 24042020