Cara Efektif Mengembangkan Pemikiran Peneliti Pemula

Sumber gambar : http;//www.indonesia.go.id/

Cara Efektif Mengembangkan Pemikiran Peneliti Pemula

Pagi ini muncul curhatan mahasiswa bimbingan. “Bu, jawaban informan hanya itu-itu saja. Saya harus bagaimana lagi?.” Ini salah satunya ya.

“Bu, saya rasanya kog putus asa ya, jawaban informan semua tidak sesuai teori” Dan banyak lagi pertanyaan kebingungan mereka. Nah, ini sering muncul menjadi pertanyaan peneliti pemula. Mereka membutuhkan teman diskusi, dan membutuhkan pemikiran lain.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan ya. Mungkin bisa dicoba untuk membantu peneliti pemula, agar terbuka dalam berpikir dan menemukan solusi. Mahasiswa sebagai peneliti pemula membutuhkan pemikiran yang terbuka. Berikut beberapa cara efektif untuk membantu dan mengembangkan pemikiran mereka, di antaranya:

Pertama, ajak berdiskusi dengan tenang. Diskusi ini merupakan dialog, dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Kesulitannya dimana? Mereka akhirnya tidak canggung untuk bertanya apabila ada hal yang tidak dimengerti. Nah, ketika mereka diajak berdialog, maka hal ini akan merangsang cara pikir mereka. Mampu berpikir dan menempatkan diri sebagai seorang yang kritis. Sebagaimana yang dicirikan dari seorang peneliti.

Keuntungan dengan cara dialog ini, dosen menyuruh mahasiswa peneliti pemula agar tenang jika menemukan beberapa hal yang di luar harapan. Mereka menemui jawaban informan yang tidak sesuai teori. Tenang dulu ya. Bicarakan dengan tenang.

Kedua, dosen mengambil alih pembicaraan melalui cerita beberapa tantangan dan hambatan selama penelitian. Hal ini didasarkan pada pengalaman si dosen terkait beberapa penelitian yang di lakukan sebelumnya. Biarkan mahasiswa ini menjadi pendengar yang baik dulu. Pemikiran mereka harus terbuka, bahwa persoalan yang mereka hadapi bukan satu-satunya yang ia alami. Semua peneliti pasti bertemu dengan masalah.

Ketiga, ajarkan kepada mereka tentang berpikir praktis empiris. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk cara pikir yang menjadi kebiasaan. Artinya, biarkan mereka mencari solusinya. Mereka pada akhirnya akan memiliki indra berpikir yang tajam. Insting kritis diolah dari keseharian di lapangan. Hasil akhirnya akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman. Jangan ragu dan dosen seyogyanya memberikan keleluasaan pada peneliti pemula agar menyelesaikan masalahnya dengan cara mereka sendiri.

Keempat, dosen jadilah figur yang nyata. Artinya, jika mahasiswa bimbingan menemui masalah, dengarkan mereka. Kemudian tunjukkan bahwa kita sebagai pembimbing adalah orang yang tepat untuk mereka datangi mencari solusi. Berikan mereka kertas kerja yang biasa digunakan si dosen dalam meneliti. Meskipun keleluasaan ada di tangan si mahasiswa, tetapi dosen dapat juga membantu seperti yang ia lakukan selama ini. Berikan beberapa referensi bacaan dan beberpa jurnal.

Pahami bahwa berpikir kritis itu tidak mudah. Tidak muncul tanpa adanya latihan. Jadi, bersabarlah ketika menemukan beberapa mahasiswa bimbingan sering bertanya. Sering bingung. Karena belum menjadi kebiasaan mereka untuk berpikir kritis. Bersabar dan banyaklah berlatih ya mahasiswa ku.

Semoga bermanfaat

rumahmediagrup/Anita Kristina