Celotehan Lucu Siswaku

Kisah dua siswaku yang bersahabat, sebut saja namanya Key dan Nad. Tidak seperti kebanyakan siswa-siswaku yang lainnya, keduanya tergolong pendiam. Jika siswa yang lain saat istirahat pergi ke kantin mereka berdua akan berada di dalam kelas hanya untuk mengobrol.

“Kalian berdua nggak ke kantin?” tanyaku.

“Ehhmmm enggak bu, gak laper,” jawab Nad singkat.

Tak berapa lama mereka berdua mendekati mejaku, “Bu kalo mo jadi Polwan sekolahnya apa?” tanya Nad sambil mendekatkan tubuhnya ke arahku.

Belum sempat aku menjawabnya, tetiba Key dengan celotehan khas anak-anak menjawab. “Sebelum jadi Polwan ya jadi polisi tidur dulu !”

Kami bertiga tertawa mendengar jawaban lucu Key dengan wajah datarnya.

***

Suatu hari aku memberi tugas siswaku untuk membuat surat resmi, setelah sebelumnya sudah dijelaskan.

“Bu, kop surat ada logo dan alamat instansinyakan ?” tanya Attar sambil garuk-garuk kepala.

“Seperti yang Ibu jelaskan tadi, silakan kop suratnya dibuat sesuai dengan kreasi kalian sendiri ya, alamatnya demikian juga,” jawabku sambil berjalan keliling memeriksa pekerjaan siswaku.

“Bu, jalannya boleh pake alamat rumah sayakan ?” tanya Intan memastikan.

“Boleh,” jawabku singkat.

“Bu, Saya nulis alamatnya Jalan hidup masih panjang, bolehkan ? Kata Ibu alamatnya bebas terserah kreasi kita,” celetuk Attar.

Sontak kami tertawa mendengar pertanyaan Attar. Akhirnya aku beri batasan bebas menggunakan alamat namun yang digunakan adalah nama-nama pahlawan sebagai nama jalan.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar

2 comments

Comments are closed.