Cerita Kemarin

Cerita Kemarin

Akan aku ceritakan kisah hari kemarin. Kala menanti fajar menuju senja, demi sapaan selamat pagi, siang, sore dan malam. Bagai waktu tak melaju detiknya. Kobaran asmara memacu detak jantung tak menentu. Iramanya gelisah. Iya, aku rindu!

Dini hari tak juga memadamkan bara dalam angan. Ingatan melayang bangkitkan hasrat semakin dalam. Satu kelinci, dua kelinci, tiga kelinci. Terus hitung lompatan satu-satu, tak sadar kelinci keseleo lidah menjadi benci. Tidak, aku tidak benci!

Bergegas menuju tirai, mengintip malu pada imaji. Akankah sosok nyata hadir mencumbu, hempaskan jarak tak seberapa jauh hari. Asa melambung seketika, hanya ditemui ruang hampa. Sekuntum bungapun tak nampak. Sungguh, ini afeksi!

Tuhan, aku rindu tanpa benci. Namun kini emosi melunak hadirkan cinta. Inilah yang kuinginkan pasti, mencintai dan dicintai. Dikelilingi cinta!

rumahmediagrup/gitalaksmi