What’s wrong with LOVE…

Sepertinya hari ini penulis ingin sekali mengulas tentang cinta gaaaees.. hehehe. Tidak perlu membuat sinis di sudut mata, karena ini opini yang semoga bisa memberi teduh hati.

Ketika sapaan cinta mulai menyapa, tentu siapapun akan merasakan indah nyamannya hati di kala itu. Namun jangan salah ya, niat kan lah segala cinta hanya karena Allah SWT semata.

Kita perlu tahu kalau cinta katanya bukanlah hanya sekedar kata-kata, but lebih kerennya merupakan setitik rasa yang mampir mencoba menggelora menyusun rangkaian keindahan di dalam jiwa.

Tiba-tiba semua berubah, karena sepertinya orang yang jatuh cinta sangat suka keromantisan, kata-kata yang diukir semanis mungkin, bersikap genit, wajah cerah merona ceria.

Beda dari biasanya loh ya. Semua kelihatan indah. Melihat tempe goreng pun seolah lambang ♥️. Pernah dialami kaaaaan?

It is a LOVE? Bisa di bilang iya loh, but tidak semuanya ya orang yang serasa puitis dalam kata-kata dan cerah ceria itu sedang jatuh cinta, meski ini juga bisa dikatakan sebuah indikator kalau seseorang sedang jatuh cinta.

Sejatinya cinta itu sebagai fitrah bagi manusia, dan merupakan anugerah dari yang Maha Pemberi Cinta.

Dalam Qur’an Surat Ali-Imran [3] : 14 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah SWT-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Di sini apaila kita terjebak dihampiri rasa cinta, tentu kita dapat mengelola perasaan kita menjadi hal yang lebih positif.

Kita melihat cinta dari sisi sebuah anugerah tak terhingga bagi kita. Karena cinta-cinta yang seperti ini akan membuat hidup seseorang menjadi lebih berarti dan akan berakhir kebahagiaan tentu.

Dengan cinta manusia bisa mulia tetapi bisa juga hina jika tidak memakai jalan baik yang di syaratkan Pencipta.

So, mari saling memperbaiki diri supaya Allah SWT menganugerahkan pasangan terbaik yang juga senantiasa memperbaiki dirinya. Aamiin, semoga…

#Jauhar al-Zanki : Agar Hati Tak Salah Mencintai. Pro-U Media, Yogyakarta.