Corona Terus Mengintai, Bagaimana Islam Menyikapi Epidemi?

Corona Terus Mengintai, Bagaimana Islam Menyikapi Epidemi?

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

SINDOnews.com meng-update data komisi tersebut dari situs resminya, Senin (27/1/2020). Data hingga pukul 10.28 WIB menyebutkan Komisi Kesehatan Nasional China telah menerima total 2.744 kasus yang dikonfirmasi, 30 kasus kasus parah, 80 kasus kematian, dan 51 kasus pasien sembuh yang dipulangkan dari 30 provinsi (mencakup daerah otonom dan kota). Ada juga 5.794 kasus yang diduga terkait 2019-nCoV.

Menurut komisi itu, saat ini total ada 32.799 kontak dekat pasien virus yang telah dilacak, 583 orang telah dibebaskan dari pengamatan medis, dan 30.453 orang mendapat pantauan medis. Bahkan infonya, masyarakat yang terinfeksi ambruk dijalan-jakan. Astagfirullah.

Total kasus yang dikonfirmasi dilaporkan dari Hong Kong, Makau dan Taiwan dengan rincian, 8 kasus dari Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, 5 kasus dari Wilayah Administratif Khusus Makau, dan 4 kasus dari Taiwan.

Selain itu, kasus-kasus yang dikonfirmasi secara akumulatif dilaporkan dari luar negeri, yakni 7 kasus di Thailand, 3 kasus di Korea Selatan, 3 kasus di Amerika Serikat, 2 kasus di Vietnam, 4 kasus di Singapura, 3 kasus di Malaysia, 1 kasus di Nepal, 3 kasus di Prancis, dan 4 kasus di Australia.

Bagaimana dengan Indonesia? Seorang pasien di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, jadi suspect terjangkit virus Corona. Pihak rumah sakit tengah melakukan observasi lebih lanjut.

Berdasarkan penjelasan dari rumah sakit, dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (24/1/2020), pasien tersebut merupakan warga negara Indonesia. Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari China.
(https://m.detik.com/news/berita/d-4871526/1-pasien-di-rspi-sulianti-saroso-jakarta-suspect-virus-corona)

/Islam Menyelesaikan Masalah Endemi/

Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran wabah tersebut. Islam menaruh perhati an besar terkait fenomena epidemi atau endemi. Karena itu, Rasulullah menggariskan sejumlah kaidah penting menyikapi kemunculan wabah di tengahtengah umat Islam. Implementasi kaidah itu, antara lain, ada yang berfungsi sebagai upaya pencegahan dan terdapat pula yang di posisikan sebagai langkah pe nanggulangan.

Di level pertama, yaitu pencegahan, Islam menekankan pen tingnya menjaga kebersihan ba dan, pakaian, makanan seharihari, dan lingkungan. Allah SWT berfirman dalam surah al-Mud datsir ayat ke-4 : “Dan, pakaianmu bersihkanlah.” Di bagian lain nya, Rasulullah menegaskan, ke bersihan merupakan senjata am puh membentengi dari serangan penyakit. Karena itu, Nabi SAW mengaitkan hubungan kuat anta ra iman dan kebersihan. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Malik al-Harits bin ‘Ashim al- Asy’ari menguatkan hal itu. Bah wasanya Rasulullah bersabda, “Kebersihan sebagian dari iman.” (HR Muslim).

Pada jenjang yang kedua, yaitu penanggulangan agar virus wabah tak menyebar luas, Rasulullah menyerukan isolasi dan sterilisasi lokasi yang terjangkit wabah. Tindakan ini dimaksudkan supaya ruang gerak virus tersebut terbatas pada wilayah tertentu. Pen tingnya isolasi tersebut telah di serukan oleh Rasulullah 14 abad silam. Ini sebuah indikasi kuat, Islam peduli terhadap fenomena wabah. Islam melarang seseorang mendatangi daerah yang positif terkena wabah, sebagaimana di ung kapkan oleh Rasulullah. Diri wayatkan dari Abdurrahman bin Auf RA, Rasulullah bersabda, “Bila kalian mendengar wabah tengah mendera suatu daerah, maka janganlah kalian memasukinya, dan jika menyerang wilayah kalian, maka janganlah engkau melari kan diri.” (HR Bukhari).

Sehingga saat ini yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia harus lebih menjaga diri dan lingkungan, kalaupun pemerintah masih mengijinkan penerbangan ataupun turis dari China masuk ke Indonesia. Lagipula saat ini, WHO sendiri belum menentukan kasus Virus Corona ini sebagai kejadian luar biasa, meskipun sudah menyebar ke berbagai negara.

Rumahmediagrup/endahsulis1234