DANGDUT EVERYWHERE

Gerutuan ini sudah lama kupendam. Sejak pertama datang ke pulau ini dan berakhir beberapa tahun silam. Entah karena kebal atau peduliku mulai tenggelam. Yang pasti minatku memperhatikan sudah wasalam.

Tiap kali undangan perayaan, dangdut selalu ada dalam antrian lagu yang akan dinyanyikan. Tak kira itu perhelatan untuk kampanye pra jabatan, kumpul teman, lahiran, sunatan, atau kawinan. Untunglah kita tak menyanyi dalam acara kematian. Kalau iya kurasa dangdut pun akan dilantunkan. Disela isak tangisan, cuma tinggal tunggu waktu penyanyinya pingsan. Sudahlah, semoga tak pernah kejadian.

Maaf, aku bukan antipati. Terkadang dangdut pun bisa kunikmati. Tapi ya itu, cuma sekali-sekali. Tidak setiap hari. Tak disetel kencang tiap pagi. Ada waktu tepat nanti. Terutama bila lagunya memang mengena di hati. Keseringan didengar malah jadi basi. Bosan laaa berbieā€¦

Dangdut kerap dianggap musik kelas bawah. Menyuarakan gundah, resah, dengan desah. Ditampilkan dengan bungkus mengundang syahwat, beneran bikin susah. Gimana nggak, penonton kan jadi pada gelisah. Yang punya pasangan bisa dilampiaskan di rumah. Yang belum punya pasangan bisa-bisa nyungsep di sawah. Perlukah minta tolong pemerintah, supaya dangdut dijadikan barang mewah?

Terkadang ya, lagu yang diperdengarkan itu tak cocok. Sedang acara sunatan kok lagunya ngajak mojok. Acara lahiran eh, lagunya tentang kamu yang kepergok. Di perkawinan, serem banget berdendang tentang cekcok. Lalu sekitar panggung dipenuhi asap rokok. Semua berkumpul mulai manula hingga orok. Menghisap racun merancang kesehatan yang bobrok. Dunia tak indah lagi lah kalau begini, Jok!

Aku mohon dengan sangat. Bisakah kita kembali pada adat? Tentunya yang sesuai payung syariat. Kita cari, kumpulkan, lalu catat. Mana yang bisa kita lakukan setiap saat. Aku suka atmosfer damai dan syahdu yang pekat. Dan pergaulan lelaki serta perempuan yang tersekat. Dilarang rapat. Jangan beri celah untuk mereka lekat. Memang sih belum bisa langsung berubah dengan cepat. Yang penting itu usaha untuk taat. Jaga lingkungan, jaga diri, jaga zuriat.

rumahmediagrup/fifialfida