Dare or Not Just Follow, Ikut Saja Tantangannya

Dare or Not Just Follow, Ikut Saja Tantangannya

Sibuk? memang iya, kerepotan mengatur waktu buat nulis? iya banget, berat dengan tugas kantor/dinas? pasti benar.

A bunch of reasons look so simple to excuse, setumpuk alasan tampaknya sederhana buat dimaklumi, tetapi semangati diri sendiri buat bergiat lagi dalam literasi yang sudah kita sukai, bukanlah hal yang seserhana, tetapi malah menakjubkan.

Sobat pecinta literasi, apapun kerepotan kita buat sekedar luangkan waktu menulis biar otak kita makin terasah, memang harus kita sendiri yang menyemangati diri. Sebagian ada juga yang tersemangati oleh ajakan teman walaupun yang seperti ini barhasilnya tidak seperti kalau semangat itu tumbuh oleh diri sendiri. Disebabkan oleh beberapa kendala yang tak sama pada setiap orang.

Tadi pagi saya sedang bersiap memulai PJJ dengan pertemuan tatap muka di sekolah dengan sejumlah siswa yang sangat terbatas dikarenakan ketidak mampuan mereka membeli paket kuota internet dan tak memiliki HP. Tiba-tiba saya tertarik dengan tantangan nulis bareng dari Rumedia (RNB) angkatan ke 3, saya langsung terpikat pada point-point yang ditawarkan.

Ajang tantangan nulis bareng selama 3 bulan berturut-turut yang bentuknya nanti seperti apa, belum juga saya pahami, namun dengan penjelasan admin kalau suatu saat boleh melambaikan tangan tanda menyerah agak menyejukkan gejolak, ikut-tidak, ikut-tidak?

Bukan fokus mencari celah pengaman sebetulnya, tetapi ajakan untuk mengasah kemapuan menulis justru yang lebih memikat hati, walaupun saya pernah mundur di WCR sebelumnya karena berat mengatur waktu dan pikiran yang harus fokus buat di tugas PJJ selama masa pandemik.

Karena memang ketrampilan apapun memang harus kita sendiri yang mengasahnya dengan melalui media yang tepat seperti tantangan menulis misalnya. Kebisaan bidang apapun yang sudah menjadi minat kita cukup akan burried, terkubur bersama angan-angan sampai kapan bisa menghasilkan sesuatu yang melahirkan kepuasan batin kalau kita tak pernah mencobanya.

Maka dari itu saya beranikan saja mendaftar, semoga dimudahkan dalam mengikuti tantangan kedepannya. Niat ingin tambah bagus menulis, tambah terasah wawasan, dan yang pasti memimpikan bisa menulis buku solo, entah kapan yang penting tancapkan saja dulu cita-cita yang baik ini, selain keinginan yang lebih mutlak, yaitu bahagia di akhirat kelak.

Salam Literasi

rumahmediagrup/isnasukainr

7 comments

  1. Saya pernah mengalami usaha menulis solo.
    Memang harus ada motivasi yang mengharuskan diri disiplin sampai tercapai tujuan. Kemudian memperkaya pengetahuan dan pengalaman lewat challenge.
    Hemm ini yang memang luar biasa.

  2. Keren bu Isnaini, aku suka menulis tapi kadang malu utk dipublikasikan. Menulis edit menulis edit akhirnya tidak sampai ke pembaca. Hanya aku dan Tuhan yang tau. Hehe… harus belajar dari bu is bahwa menulis dan mempublikasikan adalah bentuk berbagi dan dengan berbagi akan membahagiakan diri sendiri dan InsyaAllah bermanfaat utk orang lain ☺️

    1. Masyaa Allah, semua pasti bisa, miss Rinis harus PD, self editing bisa berkembang seiring kita sering menulis. Hayok semangat, menulis juga bisa sebagai sarana tebar kebaikan /ibadah, tp mss Rinis sdh leading di IT, sy jd terpesonaa 😍🙏

Comments are closed.