Datang dan Pergi

Datang dan Pergi

Dalam hidup ini selalu ada pergantian masa. Tak ada yang stagnan atau pun tetap. Seperti halnya kehadiran orang-orang di sekitar kita. Yang bernama teman mau pun sahabat. Semua dipergulirkan dan memiliki waktunya masing-masing.

Dari sejak kita mulai keluar dari rumah dan mengenal kata “teman”. Dimulai dari teman di sekitaran tempat tinggal, teman di sekolah, teman di tempat kerja, dan sebagainya. Semua pasti akan ada yang namanya datang dan pergi.

Ada yang datang dan pergi dengan kesan yang kurang menyenangkan. Ada pula yang datang dan pergi dengan cara yang baik. Menyisakan berjuta kenangan. Manis atau pun menyakitkan. Bisa saja kita ingin selalu mengenangnya atau malah ingin melupakannya.

Santailah. Terima saja semua pergantian itu dengan perasaan wajar. Tak perlu bersedih bila teman atau sahabat yang disayangi berlalu pergi, memilih jalannya sendiri. Memilih jalan yang berbeda. Semua itu sangat lumrah dan manusiawi.

Yakinlah bahwa di setiap kepergian satu atau beberapa orang teman, maka akan segera datang kawan-kawan baru, yang insya Allah lebih baik dari sebelumnya. Mereka akan menggantikan kekosongan yang ada dengan rasa persahabatan baru. Dengan kesiapan menciptakan dan merekam jejak kenangan kebersamaan. Hingga makin kayalah kita dalam memahami beragam karakter manusia.

Yang terpenting, jadilah seorang teman yang baik bagi orang lain. Di mana saja, kapan pun. Tanpa perlu mengukur dan menimbang jumlah materi. Jadilah seorang teman atau sahabat sejati. Yang bagaimana sahabat sejati itu?

Sejati dalam mengatakan yang salah itu adalah salah dan yang benar adalah benar. Peganglah teguh prinsip kebenaran, bagaimana pun karakter teman dan orang yang kita temui. Tak perlu takut kehilangan teman ketika menyuarakan kebenaran. Sebab memiliki teman walau hanya lima menit, semua akan dimintai pertanggungjawaban dari-Nya.

Tetaplah berteman dengan orang-orang yang baik dan banyak mengingatkan kita kepada-Nya, agar kita tertular aura positif. Jangan korbankan kebenaran atas nama persahabatan yang dibangun di atas pondasi kezaliman, bila kita ingin selamat dalam hidup di dunia dan akhirat.

Wallahu alam bishowab.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah