Memaknai Bulan Rajab

Kali ini, penulis ingin berbagi tentang sebuah renungan yang bertepatanbdengan datangnya bulan Rajab bagi umat Muslim.

Hj. Enok sebagai penceramah , dalam kegiatan rutin pengajian setiap ahad, di Masjid Agung Manonjaya. Menjelaskan tentang bulan rajab, yang berkaitan dengan perintah shalat kepada setiap muslim

Syekh Syaqi. Seorang guru dari Hamim Al Asom. Yang memiliki keistimewaan, dapat menyembunyikan apapun rahasia dari seseorang, yang sebenarnya ia tahu.

Beliau memberikan lima poin yang tentu harus dilaksanakan oleh kita sebagai manusia yang berikan kepada Allah Swt.

Diharuskan kita mengamalkan 5 poin tersebut. Didalamnya berkaitan dengan memberikan kebahagiaan dan membuatbkita takut kepada Allah swt dengan menjalankannnya.

  1. Kita harus istikomah ibadah hanya kepada Allah swt, dengan ukuran kebutuhan kita akan pertolongan dari Allah swt. Diantaranya dengan Ibadah langsung, dan tidak langsung. Setiap waktu dijadikan ibadah dengan niat hanya karena-Nya.
  2. Silahkan ambil harta, kebahagiaan di alam dunia, untuk kapentingan ibadah.
  3. Silahkan saha kalianbsemua melakukan dosa kepada Allah swt , asal sanggup menerima siksaan azab Allah swt. Naudzubillah.
  4. Harus menjadikan segala hal yang dilakukan di dunia, untuk bekal nanti di alam akhirat.
  5. Harus melaksanakan amal kebaikan untuk akhirat, karena mengharapkan surga-Nya. Dengan martabat surga yang berbeda-beda. Salah satu surga paling atas tingkatannya yaitu surga Firdaus, yang dikhususkan untuk para ambia dan mukhlisin.

Itulah 5 poin yang tentu bisa kita jadikan pilar untuk pengharapan kita kepada Allah Swt, untuk bahagia di dunia dan di akhirat tentunya.

Satu lagi yang harus kita ingat, bahwa kitapun harus mencontoh kepada nabi Muhammad SAW. Sebagai bukti kecintaan kita, dengan medirikan shalat fardhu yang lima waktu.

Sejahat jahatnya perlakuan orang kepada rasul, rasul tetap membalasnya dengan do’a terbaik.

Meskipun malaikat siap melaksanakan apapun perlakuan nabi sesuai keinginan beliau.

Tidak ada balas dendam dikamusnya. Anti bagi beliau. Justru sebagai rahmat bagi seluruh alam. Wallohua’lam.

Foto : dokumentasi pribadi

2 comments

Comments are closed.