Dera di Dunia Kala Jauh Dari-Nya – Bagian 1

Dera di Dunia Kala Jauh Dari-Nya – Bagian 1

Selagi hidup di dunia, orang yang jauh dari Allah akan merasakan buah dari perbuatannya. Ini adalah bentuk dari hukuman yang disegerakan. Akibat yang dirasakan selain berdampak pada diri sendiri juga dapat berimbas pada keluarga, masyarakat dan alam sekitar. Berikut dampak-dampak yang terjadi sebagai hukuman dari perilaku ini.

1. Dampak Bagi Individu

Seseorang akan merasakan hal-hal seperti berikut manakala hidup tidak sesuai dengan ketentuan-Nya.  

a. Tak Merasakan Kelezatan Dalam Beribadah

Seseorang pernah menanyakan kepada Abu Mu’adz ar-Razi, “Apakah seorang hamba akan merasakan manisnya ketaatan manakala ia berniat melakukan maksiat?.” Abu Mu”adz menjawab, “Tidak, demi Allah, hal ini sama sekali tidak akan terjadi. Bahkan seandainya seseorang baru berniat saja untuk itu tanpa mengerjakannya, dia tidak akan merasakan manisnya ketaatan. Bahkan yang dirasakannya adalah kerenggangan hubungan.”

Ibadah memiliki kelezatan tersendiri. Ia hanya dapat dirasakan oleh mereka yang dekat dengan Allah. Mustahil dapat diraih oleh orang yang hatinya jauh dari Rabb semesta alam. Ketaatan itulah yang akan menghantarkan tercapainya kelezatan dalam beribadah kepada-Nya, sementara mereka yang lalai, ibadah tak ubahnya seperti beban, berat untuk dilaksanakan.

Bila iman semakin menguat, tempat kembali yang tersejuk hanyalah dengan mengingat Allah semata. Bersandar dalam kemahabesaran-Nya. Tak heran Rasulullah meminta kepada sahabat Bilal untuk mengumandangkan iqamah shalat demi membuat mereka tenang.

يَا بِلَالُ, أَقِمِ الصَّلَاةَ ! أَرِحْنـــَا بِهَا

“Wahai Bilal, kumandangkann iqamah shalat. Buatlah kami tenang dengannya.” (Hadits Hasan. Shahihu al Jami’: 7892).

Rasa nikmat ini menjalar ke segenap jiwa, mengalir bersama raga. Bila diri telah hanyut dalam kelezatan tersebut, rasa sakit yang menimpa jasad dianggap bagai angin lalu saja, tak mampu mengalahkannya. Inilah kenikmatan yang membuat iri mata melihatnya.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: Pixabay

One comment

Comments are closed.