Di Antara Ingat dan Diam, Percaya ada Rindu

Di Antara Ingat dan Diam, Percaya ada Rindu

Bayangannya terus menari di pelupuk mata. Mencari celah menampakkan diri. Antara ada dan tiada. Antara ya atau tidak. Antara mau tapi malu. Di antara ….

Apakah kau mengingatku? Jangan terpaksa jika sudah dilupakan. Tak perlu kausapa kabarku, atau kau hadir di hadapanku. Jangan! Nanti beban kau pikul semakin berat. Seperti tertimpa karung beras ribuan kilo. Ingat ….

Doakan saja! Seringan kau tiup kapas melayang. Entah dari doa siapa yang akan terkabul, maka aku minta itu darimu. Apakah masih terasa berat juga? mengunci bibir terekat. Diam….

Padahal doa bisa dilangitkan tanpa mulut terbuka. Katakan dalam diam, tapi hati saling bertaut. Niscaya Sang Maha Mendengar menilai doa kita. Percaya ….

Duh, ini hanya bentuk rinduku. Pada kisah klasik masa lalu. Ternyata tak bisa kuhapus sosokmu seluruhnya. Harapan saling mendoakan itu ada, hanya sedang meradang pada waktu. Ada rindu ….

rumahmediagrup/gitalaksmi

2 comments

Comments are closed.