Di Balik Kontroversi Pernyataan Agnez Mo

Di Balik Kontroversi Pernyataan Agnez Mo

“Saya tidak memiliki darah Indonesia sama sekali. Saya sebenarnya (berdarah) campuran Jerman, Jepang, dan China. Saya hanya lahir di Indonesia,” ucap Agnez Mo atau Agnes Monica dalam sebuah wawancara. Potongan video yang berisi wawancara itu kemudian viral di media sosial. Menimbulkan pro-kontra di kalangan netizen.

Menanggapi kontroversi yang terjadi akibat ucapannya dalam wawancara itu, Agnez Mo pun angkat bicara. Di akun Instagram-nya, @agnezmo, ia mengunggah cuplikan video pada bagian ketika dia mengatakan memasukkan unsur budaya Indonesia ke dalam musiknya. Kemudian melengkapi video tersebut dengan sebuah keterangan panjang dalam bahasa Inggris.

“Mengapa Anda tidak mencuplik dan mengedit bagian ini?” tulisnya.
Agnez lalu memaparkan, “Saya hanya mengatakan hal-hal baik, bahwa meskipun minoritas, saya bisa menceritakan keberagaman yang mengagumkan tersebut yang saya pelajari dari negara saya.”
“Saya tidak bisa memilih darah atau DNA saya, tetapi saya selalu membela negara saya, selalu dan tidak seorang pun bisa merampas itu dari saya,” lanjutnya.
“Tontonlah wawancara itu secara utuh, bukannya mengambil hal-hal di luar konteks,” kata Agnez melengkapi tanggapannya.

Kembali ke isi pernyataan Agnez dalam wawancara itu, sebenarnya apa sih darah Indonesia itu?

Bicara soal genetika dan kekerabatan, ahli genetika sekaligus periset dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. Herawati Sudoyo, PhD. menyatakan memang tidak ada ‘darah’ murni Indonesia. Bahkan orang Indonesia sendiri tidak berasal dari suku tertentu. Beliau menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan genetik yang luas.

Lebih lanjut menurut Prof. Herawati, dari semua suku sebetulnya tidak ada yang bisa dikatakan pribumi asli Indonesia karena leluhur kita datang dari berbagai wilayah di dunia. “Pribumi dalam hal ini mengacu pada suku tertentu yang menjadi asal usul penduduk. Penduduk Indonesia tidak berasal dari suku tertentu. Leluhur kita berasal dari berbagai wilayah di dunia yang bermigrasi dan mewariskan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) serta karakter lain pada keturunannya,” sambungnya.

Kondisi inilah yang menjadikan Indonesia unik dengan keberagamannya dan berbeda dengan negara lainnya yang memiliki satu suku saja. Dengan keberagaman tersebut, orang Indonesia sendiri memiliki DNA yang kompleks. Hal ini juga menjawab bahwa sebetulnya tidak ada suku tertentu yang bisa dibilang menjadi benar-benar berdarah asli Indonesia.

“Kita punya lebih dari 500 suku. Masing-masing suku punya DNA kompleks yang menjadi sumber keragaman asal orang Indonesia,” imbuh Prof Hera. Beliau juga mengungkapkan bahwa manusia Indonesia sebenarnya berasal dari Afrika, yaitu tempat asal usul Homo sapiens.

Ariel NOAH dan Najwa Shihab pernah menjadi relawan dalam sebuah proyek DNA untuk mengetahui berasal dari mana gen yang ada di tubuhnya. Jika dilihat dari hasil tes DNA Ariel Noah dan Najwa Shihab, tidak ada gen yang ‘murni’ berasal dari Indonesia. ‘Darah’ Indonesia berasal dari berbagai gen di seluruh dunia.

Berdasarkan grafik, Ariel memiliki gen 79,78 persen gen Asia Selatan, seperti India, Bangladesh, Nepal, Srilanka, dan Pakistan. Vokalis Band NOAH ini pun memiliki gen Asia Timur seperti Jepang sebanyak 15,14 persen, 5,02 persen memiliki gen Diaspora Asia (Asia-Amerika). Ariel juga sedikit memiliki gen dari Timur Tengah seperti Yunani dan Republik Siprus, walau hanya 0,05 persen.

Sementara itu, jurnalis ternama Najwa Shihab memiliki gen yang sangat kompleks. Gen yang paling dominan adalah 48,54 persen berasal dari Asia Selatan, seperti Nepal, India, Bangladesh, Tamil. 26,81 persen dari Afrika Utara seperti Maroko, Algerian, Aljazair, Berbers. Lalu 6,06 persen dari Afrika (Mozambik), 4,19 persen dari Asia Timur (Tiongkok), 2,20 persen dari Eropa Selatan (Portugis), 1,91 persen dari Eropa Utara (Dorset), 1,43 persen dari Diaspora Asia (Asia-Amerika), dan 1,22 persen dari Diaspora Eropa (Puerto Rico).

Dari kasus kontroversi pernyataan Agnez Mo ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran, yaitu :
1. Hendaknya kita mengklarifikasi dahulu terhadap perkara apapun sebelum menghakimi.
2. Dalam menanggapi suatu berita, ada baiknya kita mencari tahu permasalahan selengkapnya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan maupun sikap. Tak hanya ikut-ikutan suara orang kebanyakan.
3. Meskipun kita berbeda-beda suku dan asal keturunan, semangat kebangsaan kita bersatu dalam nasionalisme kebangsaan Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

Sumber Bacaan :
1. Anwar, Firdaus. 2019. Darah Indonesia Agnez Mo dan Kekayaan Genetik Suku di Indonesia. https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4805076/darah-indonesia-agnez-mo-dan-kekayaan-genetik-suku-di-indonesia. Diakses pada 1 Desember 2019 pukul 13:59
2. Wiyanti, Widiya. 2019. Disangkal Agnez Mo, Memangnya Apa Itu ‘Darah Indonesia’?. https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4798473/disangkal-agnez-mo-memangnya-apa-itu-darah-indonesia?. Diakses pada 1 Desember 2019 pukul 14:05
3. Sari, Rintan Puspita. 2019. Agnez Mo: Memalukan, Telah Memelintir Ucapan Saya. https://www.kompas.com/hype/read/2019/11/27/085602466/agnez-mo-memalukan-telah-memelintir-ucapan-saya?page=all. Diakses pada 2 Desember 2019 pukul 23:45

rumahmediagrup/arsdiani