Di Langit Kerinduan (1)

Sejatinya seorang insan mengharapkan kasih sayang dari insan lainnya
Sehingga banyak yang dirobohkan imannya dengan pandangan semu
Tindakan tergesa lagi salah,
Namun aku akan bertahan dengan pendirianku,
Kasih sayang akan datang dan hinggap dalam jiwaku
Pada dia yang terindah
Pada waktu yang indah
Dalam balutan rida-Nya dan gelombang cinta-Nya,
Sebelum itu,
Aku akan mencoba sabar dengan penantian
Entah sampai kapan?
Untuk dia,
Bidadariku yang semoga Dia menjaganya
Dari kekotoran hati dan jamahan jiwa yang kotor

Aku ingin indahnya kasih sayang menjadi selimutku dalam kedamaian
Dalam rumah tangga, perjuangan yang kujalani
Bersama dia, bidadariku
Meskipun kadang riak-riak bisikan setan menjadi angan-angan indah
Yang tak bisa kulawan

Namun takkan kubiarkan setan menari dalam jiwaku
Setan bergelombang dalam asaku
Berulang kali dan berkali-kali

Di langit kerinduan ini
Pada dia yang entah siapa dan di mana
Aku berdoa pada-Nya,
Semoga saja dia berdoa sepertiku
semoga dia berharap yang sama sepertiku,
bercita-cita sama sepertiku,
Tak perlu ia sempurna karena aku pun tak sempurna
Tak peduli seperti apa masa lalunya
Yang ku harapkan adalah ia di saat ini dan di masa depan nanti
Yang kuinginkan adalah perjuangan bersama
Dalam meraih tujuan bersama meraih cinta-Nya
Aku ingin sekali merangkulnya dan dirangkul olehnya
Dalam kerinduan yang diridai

Senandungku di langit kerinduan,
Aku ingin mencintainya nanti, bila Ia mengikatku dengan ridho-Nya
Dalam ikatan janji suci
Janji yang mematri diriku dan dirinya
Dalam keindahan di dunia fana dan kampung abadi nantinya
Dengan tujuan cinta pernikahan di surga

Di langit kerinduan,
Rinduku akan kusampaikan pada pemilik rindu ini
Yang memberiku rindu pada siapa yang Ia kehendaki…

rumahmedia/alfafa